2jsimpanglima.jpg
Pekerja menyelesaikan proyek revitalisasi Simpang Lima, Purwodadi, Selasa (2/10). (Ayosemarang/Arie Widiarto)

GROBOGAN, AYOSEMARANG--Warga berharap keberadaan pohon cemara di Simpang Lima Purwodadi, Grobogan tetap dipertahankan. Pohon tersebut dinilai sudah menjadi ciri khas dari Simpang Lima Purwodadi. 

''Pohon ini  sudah menjadi ciri khas Simpang Lima Purwodadi. Kalau bisa jangan dihilangkan atau diganti,'' kata Zulkifli, salah satu warga yang ditemui di kawasan Simpang Lima, Selasa (2/10).

Menurutnya, selain menjadi ciri khas Simpang Lima Purwodadi, pohon cemara tersebut turut menyumbang kualitas udara di perkotaan Kabupaten Grobogan. '

"Jadi kalau ditebang jadi kering udara di sekitar sini,'' jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan  Nugroho Agus Prastowo mengatakan progres proyek revitalisasi Simpang Lima Purwodadi saat ini sudah mencapai 46%. Proyek yang menggunakan anggaran sebesar Rp4,8 miliar itu mulai dikerjakan sejak pertengahan Juli lalu. Sesuai kontrak, kegiatan tersebut selesai pada 13 Desember mendatang.

Menurutnya, keberadaan pohon cemara yang menjadi ciri khas Simpang Lima Purwodadi tersebut akan dipertahankan. Pohon tersebut akan disesuaikan dengan desain yang ada. Bila mana ada pohon yang tidak sesuai dengan desain, terpaksa dipotong.

''’Kami upayakan untuk dipertahankan. Kalau terpaksa lantaran tidak sesuai dengan desainnya, akan kami potong. Persoalannya, kalau dipotong setelah selesai, akan terjadi pembusukan dan membuat padatan tanah ambles,'' ujarnya.

Pihaknya selalu memonitor perkembangan pekerjaan di lapangan. PT Enta selaku rekanan juga terus diingatkan untuk menjaga kualitas pengerjaan yang sesuai dalam kontrak kerja.

Dia menjelaskan, proyek revitalisasi Simpang Lima Purwodadi dikerjakan dua tahap. Pada tahap pertama, kawasan Simpang Lima nantinya didesain dengan taman dalam, pedestrian taman, dan pembuatan drainase serta penyediaan  jogging area. Area itu dikerjakan selebar 19 meter.

''’Pada tahap kedua rencananya mendapat alokasi APBD sekitar Rp6 miliar. Saat ini anggaran tersebut masih dilakukan pembahasan RAPBD 2019. Setelah ditetapkan, kami langsung lelangkan proyek tahap keduanya,'' ujarnya.