img-20181009-wa0009.jpg
Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat menyampaikan paparan pada workshop “Literasi Asyik Mendesain Peta Cerita (Enikki)” di Hotel Kyriad Grand Master Purwodadi, Selasa (9/10/2018).(ayosemarang.com/Arie Widiarto)

PURWODADI, AYOSEMARANG.COM -- Sebanyak 97 guru di Grobogan siap menerbitkan buku setelah mengikuti workshop Satu Guru Satu Buku (Sagusabu), pada Agustus lalu. Guru-guru tersebut sebelumnya merupakan peserta workshop Sagusabu.

Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat mengatakan, peserta workshop diberi tenggat waktu untuk menyelesaikan satu buku dalam waktu sebulan. Dari 196 peserta workshop di Agustus lalu itu, ada 97 guru yang sudah siap mencetak buku.

"Ada 97 guru yang karyanya sudah siap dibukukan. Sementara lainnya, masih proses pembuatan. Hasil karya ini akan kami tampilkan di Festival Literasi pada November mendatang," kata Amin Hidayat, Selasa (9/10/2018).

AYO BACA :Lokasi Wisata Dadakan di Semarang yang Mulai Pudar

Amin mengapresiasi guru yang serius mengikuti pelatihan dan sukses membuat buku. Menurutnya, tidak semua guru mampu menulis dan membuat sebuah buku. Sebab, tak banyak guru yang meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk menghasilkan karya tulis.

"Terkadang, untuk memulai menulis itu kebingungan. Mereka yang sudah berhasil membuat buku ini harus diapresiasi," katanya.

Sementara itu, para guru juga mengikuti workshop Literasi Asyik Mendesain Peta Cerita (Enikki) yang berlangsung di Hotel Kyriad Grand Master Purwodadi, Selasa (9/10/2018). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari workshop Sagusabu. Kali ini dua narasumber dihadirkan dari Kemendigbud, yakni Satgas Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Dewi Utama Faizah dan Ilustrator GLS Kambali.

AYO BACA :Pasar Srondol Terus Menggeliat

Sekretaris Daerah Grobogan Moh Soemarsono membuka kegiatan juga mengukuhkan kepengurusan Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG) untuk masa bakti 2018-2021.

"Saya bangga, banyak guru TK, SD, SMP sudah berhasil membuat buku dengan beragam tema. Apa yang sudah dihasilkan ini tentunya memberi sumbangsih dan menguatkan Grobogan sebagai kabupaten litersasi yang sudah dicanangkan sejak 2016 lalu," kata Soemarsono.

Dia berharap menulis menjadi kemampuan guru. Dengan begitu guru akan mendapatkan dampak positif dan mendukung kenaikan pangkat golongan serta meningkatkan ekonomi guru.

"Sudah menjadi komitmen Pemkab Grobogan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) terutama kemampuan literasi pada guru. Dengan upaya mencerdaskan generasi bangsa gerakan literasi harus terus digelorakan," ujarnya.

AYO BACA :Produk Halal Tak Hanya pada Makanan