img-20181012-wa0025.jpg
Peserta Festival Jerami Banjarejo mempersiapkan menyelesaikan patung jeraminya. (ayosemarang.com/Arie Widiarto)

AYO BACA :Peringati Pertempuran Lima Hari, Akses ke Tugu Muda Sementara Ditutup

PURWODADI, AYOSEMARANG.COM -- Desa Wisata Banjarejo, Kecamatan Gabus, bakal menyelenggarakan Festival Jerami Banjarejo 2018. Acara ini akan digelar pada 17 sampai 28 Oktober 2018 di lapangan Desa Banjarejo, tepatnya dibelakang Balaidesa Banjarejo. Event ini merupakan kali pertama yang digelar di Kabupaten Grobogan.

"Festival ini untuk memeriahkan ulang tahun Desa Wisata Banjarejo yang kedua," ungkap Kepala Desa Banjarejo Achmad Taufik, Jumat (12/10/2018).

Kegiatan ini, lanjut dia, diikuti beberapa peserta dari Desa Banjarejo, dan beberapa desa tetangga. Sampai saat ini ada satu peserta dari Salatiga.

"Saat ini, kami masih membuka pendaftaran untuk ikut memeriahkan acara ini,” tambahnya.

Di lapangan sendiri saat ini sudah ada beberapa peserta yang mulai membangun patung dari jerami. Beberapa patung jerami sudah selesai dibuat, seperti patung singa, orang-orangan sawah, gerobak, dan rumah-rumahan.

"Kami juga menyediakan kurang lebih 40 spot swafoto di lokasi acara untuk memanjakan pengunjung. Spot tersebut terdapat di Taman Ganesha Tidur dan lokasi festival. Selain itu, ada sejumlah hiburan untuk menunjang  jalannya kegiatan, salah satunya Angklung Malioboro Carehal Yogyakarta,” jelasnya.

Sejumlah peserta lain juga sedang menyelesaikan beberapa patung dari jerami tersebut. Sementara peserta lain dari Desa Banjarejo juga membuat patung jerami di rumah mereka. Menurutnya, patung jerami itu nantinya akan dinilai tim juri.

"Di samping untuk memeriahkan HUT Desa Wisata Banjarejo, kegiatan ini untuk menggiatkan pariwisata di Desa Banjarejo. Dengan begitu perekomian warga sekitar juga akan terangkat," ujar Taufik.

Sekda Grobogan Moh Soemarsono berharap kedepan kegiatan tersebut bisa diagendakan di tingkat Kabupaten, mengingat mayoritas warga Grobogan berprofesi sebagai petani. Dengan begitu, dapat mengurangi bakar-bakar jerami yang asapnya mengganggu lalulintas.

"Kami berharap kedepan dapat diselenggarakan di tingkat Kabupaten. Selain bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke Grobogan, kegiatan ini dapat bermanfaat untuk mengurangi pembakaran jerami usai panen yang mengganggu lalulintas," ujarnya.

AYO BACA :Hendi Pastikan Normalisasi Banjir Kanal Timur Tak Terkendala Relokasi