img-20181021-wa0011.jpg
Potongan batang pohon sonokembang atau angsana di jalan R Soeprapto usai ditebang.(Ayosemarang/Arie Widiarto)

PURWODADI, AYOSEMARANG.COM -- Sebanyak enam pohon peneduh jenis sonokembang atau angsana di Jalan R Soeprapto ditebang. Pohon tersebut ditebang lantaran mengganggu pemasangan  trotoar. Enam pohon yang ditebang berada di trotoar sisi barat Jalan R Soeprapto.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Endang Sulistyoningsih mengatakan jumlah pohon yang ditebang masih sementara. Pasalnya, untuk di trotoar sisi timur jalan R Soeprapto masih belum diketahui, jumlah pohon yang akan dipotong.

"Untuk sementara enam pohon di trotoar sisi barat jalan R Soeprapto. Pengganti tanaman, untuk tahun ini belum ada. Sementara, untuk di sisi timur, kami belum memperhitungkannya. Semoga aja tidak ada yang dipotong,” kata Endang, Minggu (21/10/2018).

Di sepanjang Jalan R Soeprapto ada sekitar 500 pohon sonokembang atau angsana yang menjadi penghijauan. Pohon tersebut ditanam sejak 1981. Kini, beberapa pohon tersebut sudah ditebang karena proyek revitalisasi trotoar jalan R Soeprapto.

AYO BACA :Gus Yasin: Santri Jateng Solid Dukung Jokowi-Maruf Amin

Keberadaan pohon tersebut, telah merusak trotoar sebelumnya. Bahkan, akar dari pohon tersebut juga merusak bangunan panggung permanen di depan Gedung Wisuda Budaya yang dibangun 2016.

"Kami sudah siapkan teknisnya untuk mengendalikan akar pohon yang masih dipertahankan, yakni dengan membuat batas beton untuk menghalangi pertumbuhan akar. Trotoar tersebut nantinya menggunakan lantai batu alam dan dilengkapi ornament bola-bola di tepinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nugroho Agus Prastowo saat dimintai komentarnya mengatakan pengganti pohon yang ditebang nanti harus memiliki lingkar sekitar 15 sampai 20 sentimeter.
Di samping itu, ketinggian pohon pengganti harus sekitar empat meter. Tak hanya itu, satu pohon yang ditebang minimal diganti dengan tiga atau lima pohon baru.

"Itu agar pohon cepat tumbuh, dan proses sirkulasi penggantian karbondioksida menjadi oksigen cepat dilakukan. Penggantian ini tupoksinya dilakukan OPD terkait, yakni DPUPR. Kami hanya bisa memberikan masukan,” katanya. 

AYO BACA :Jasa Raharja Sosialisasikan Keselamatan Berkendara di Area CFD