img-20181103-wa0008.jpg
Warga Gading dan Porong, Kelurahan Kuripan, menyalakan lampu layang-layang sebelum diterbangkan. (Ayosemarang/Arie Widiarto)

PURWODADI, AYOSEMARANG.COM--Warga Lingkungan Gading dan Porong, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi memiliki tradisi unik. Setiap memasuki musim kemarau seluruh warga mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa bermain layang-layang  di areal persawahan sekitar perkampungan. 

Seperti yang terlihat pada Jumat (2/11/2018) sore, beragam bentuk layang-layang diterbangkan persawahan itu. Ada yang dibuat seperti pesawat, beberapa lainnya dengan bentuk binatang. Ukurannya pun beragam mulai diameter 1 meter  hingga 3,5 meter.

Layang-layang tersebut kemudian diterbangkan ke angkasa. Semua layang-layang tersebut dibuat warga sendiri. 

Modal untuk membuat layang-layang itu rata-rata Rp50 ribu. Itu sudah termasuk senar untuk menerbangkan layang-layang tersebut.

"Kami sudah biasa buat layang-layang seperti ini. Kalau buat sendiri biayanya murah. Untuk yang besar, paling-paling habis sekitar Rp 50 ribu. Itu sudah termasuk senar untuk menerbangkannya," kata Karmin, warga Lingkungan Gading, Kelurahan Kuripan, jelang malam.

Tak hanya ukuran dan bentuknya yang beragam, layang-layang tersebut juga dilengkapi dengan lampu-lampu kecil. Lampu kecil tersebut dirangkai seperlunya dan dinyalakan dengan daya baterai kecil.

Dengan dilengkapi lampu-lampu tersebut membuat langit malam di Lingkungan Gading dan Porong, Kelurahan Kuripan terlihat gemerlap dari kerlap-kerlip lampu layang-layang tersebut.

"Wah, bagus sekali pemandangannya," kata Lisgiyanti, warga Jengglong, Purwodadi yang sempat melihat kemeriahan di areal sawah kampung Gading itu.

Lurah Kuripan Galang Nur Prakoso mengatakan bermain layang-layang dengan aneka bentuk dan dilengkapi lampu-lampu itu sudah jadi tradisi warga setempat beberapa tahun terakhir. Biasanya, warga bermain layang-layang saat puncak musim kemarau atau sekitar akhir )akhir Oktober atau awal november.

"Pada saat itu, areal sawah tidak ada tanamannya karena petani menunggu datangnya hujan untuk memulai musim tanam. Jadi kalau musim kemarau panjang belum bisa ditanami. Saat seperti ini, biasanya dimanfaatkan warga untuk menerbangkan layangan," kata Galang.