pengunjung_melihat_barang_antik_di_pasar_barang_antik,_gedung_ppi,_kawasan_kota_lama_semarang,_jumat_(2382019)._(vedyana_ardyansahayosemarang.com).jpg
Pengunjung melihat barang antik di Pasar Barang Antik, Gedung PPI, Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (23/8/2019). (Vedyana Ardyansah/ayosemarang.com)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM-- Keberadaan barang antik hingga saat ini masih menjadi primadona bagi kolektor pecinta barang antik. Bahkan, kolektor rela merogoh kocek yang dalam untuk mendapatkan barang kuno yang dia inginkan.

Di Semarang sendiri, terdapat pasar yang menjajakan aneka barang jadul dan kuno. Pasar tersebut adalah Pasar Barang Antik Kota Lama Semarang. 
\nPasar tersebut terletak di Galeri Industri Kreatif di Gedung Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), belakang Gereja Blenduk, kawasan Kota Lama Semarang.

Awalnya Pasar Barang antik ini di samping Taman Srigunting. Terus karena ada penataan di Kota Lama, akhirnya di bulan Mei 2019, semua pedagang barang antik di pindah di Gedung PPI ini, kata pedagang barang antik, Tri Putu kepada ayosemarang.com, Jumat (23/8/2019).

AYO BACA :Wujudkan Kota Lama Bebas Kendaraan, Titik Kantong Parkir Baru Disiapkan

Tri Putu menceritakan, Pasar barang antik berawal dari pemikiran para pecinta barang antik untuk memunculkan tempat berjualan barang-barang kuno di Semarang. Banyak penggemar barang jadul itu pun setuju untuk membentuk lokasi khusus yang menjual barang antik.

Dulu di Semarang itu belum ada Pasar Antik sendiri. Padahal Kota-kota lain seperti Solo, Bandung, Surabaya sudah punya Pasar Barang Antik. Terus teman-teman ini yang bergelut di barang kuno yang sebelumnya berjualan hanya di rumah akhirnya tergerak untuk menjualkan barang antiknya, dipilihlah Kota Lama, ceritanya.

Lebih lanjut, Tri menceritakan, saat awal berjualan barang antik di Kawasan Kota Lama hanya segelintir pengunjung yang datang. Pada saat itu kawasan Kota Lama belum ditata. Kondisi gelap, kumuh, rawan dan tak tertata menjadi teman para pedagang saat itu.

AYO BACA :Aneka Rasa Jajanan Kue Kamir Khas Slawi

Lha mulai ada penataan, kawasan dulu mulai terang, mulailah dikit-demi dikit banyak pengunjung berdatangan. Seiring berjalannya waktu, Kota Lama semakin ramai, dan tentunya  semakin banyak yang tahu kalau di kawasan Kota Lama ini ada pasar Barang antik, tambahnya.

Ia menambahkan, pemilihan Kota Lama sebagai tempat para pecinta barang seni menjual koleksinya adalah ingin menghidupkan kawasan kota Semarang dan memadukan barang antik identik dengan Kota Lama.

Jadi pas kan mas, masak pengunjung datang ke Kota Lama ini cuman lihat-lihat bangunan, terus foto-foto lalu pulang. Kan kalau ada pasar barang antik di sini kan lebih ada tujuan lain selain hanya mengunjungi bangunan bersejarah di sini, imbuhnya.

Di tempat baru sekarang, para pedagang pun seakan memulai dari awal. Lantaran masih banyak pengunjung yang belum mengetahui pindahnya pasar barang antik di gedung PPI. terlebih para pengunjung luar Kota Semarang.

Ya kita seperti mulai dari awal lagi. Karena kemarin di luar dan bisa dilihat dari luar, sekarang harus di dalam gedung. Tapi kami tak masalah karena semangat kami memang untuk menghidupkan Kota Lama. Kami pun percaya ke depan lokasi pasar barang seni yang baru ini ramai pengunjung. Cuman kita masih disuruh bersabar, katanya sambil bercanda.

Sebagai informasi, di pasar terdapat banyak sekali barang jadul. Mulai dari hiasan ruangan seperti aneka patung keramik, Cangkir, dan pahatan bisa dijumpai. Lukisan-lukisan kuno, benda-benda berbahan kuningan dan perak juga bisa ditemui dengan harga yang bervariasi.

AYO BACA :Beda dari Lainnya, Ini Resep Gulai Bustaman Pak Sabar