kota_lama.jpeg
Sejumlah pengunjung mengabadikan momen di Taman Srigunting, Kota Lama, Senin (7/10/2019). (Afri Rismoko/Ayosemarang.com)

SEMARANG UTARA, AYOSEMARANG.COM- Sejumlah pelaku usaha hiburan di Kota Lama mengaku pendapatan meningkat lantaran saat ini Kota Lama banyak dikunjungi wisatawan. Salah satunya Mulyono yang menyediakan spot foto menggunakan becak di Taman Srigunting, Kota Lama.

Mulyono yang memulai usaha sekitar 2014 menyebut awalnya ketika Kota Lama sedang direvitalisasi memang sepi peminat spot foto becaknya di Taman Srigunting. Saat itu pendapatannya sekitar Rp 30 ribu-Rp 40 ribu setiap hari.

AYO BACA :Semarang Peringati Hari Cerebral Palsy Sedunia

“Tapi setelah Kota Lama jadi lebih bagus, pengunjung ramai sekali. Sehari saat liburan hari Sabtu dan Minggu pendapatan saya sekitar Rp 100 ribu. Paling ramai dikunjungi sekarang itu ketika malam hari,” ujarnya, Senin (7/10/2019).

Mulyono tidak mematok harga tarif untuk pengunjung yang memakai spot fotonya. Dia menerapkan tarif sukarela, artinya wisatawan yang menggunakan spot foto becaknya bisa membayar seikhlasnya. Dia menyebut pengunjung yang datang ke Kota Lama sekarang mayoritas berasal dari luar Semarang.

AYO BACA :Wapres Jusuf Kalla Tinjau Pemulihan Pascabencana Palu

“Untuk spot foto becak ini buka mulai 08-00 hingga 22.00 sesuai ketentuan. Usulan saya itu air fasilitas air siap minum yang hampir setahun rusak harus segera diperbaiki. Memang kemarin sering dikontrol, tapi belum bisa dipakai hingga sekarang,” imbuh warga Kebonharjo, Tanjung Mas itu.

Mulyono menerangkan, pekan ini rencananya kelompok hiburan di Kota Lama akan diundang oleh Disbudpar Kota Semarang. Menurutnya, hal itu sebagai langkah pendataan kelompok hiburan agar tidak menjadi liar.

Saeful Muhamad salah satu pelaku jasa spot foto di Taman Srigunting mengaku saat gelaran Festival Kota Lama lalu banyak wisatawan yang memanfaatkan spot foto di Kota Lama. Bahkan mereka sampai antre dan beberapa mengurungkan niatnya untuk foto dengan fasilitas yang telah disediakan.

“Karena antre lama, jadi mereka tidak mau,” tandasnya.

AYO BACA :PM Belanda Mark Rutte Berkunjung ke Indonesia