masjid_jami_pekojan_semarang.jpg
Masjid Jami Pekojan Semarang (Istimewa)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Semarang memiliki berbagai tempat wisata menarik, jejak dari peninggalan sejarah dan peradaban yang ada. Jika dikunjungi semua dalam satu hari, tidak akan pernah habis rasanya. Banyak sekali tempat yang dapat kita kunjungi bersama teman maupun keluarga. Rasanya jika hanya mengunjungi saja tidak cukup, kita harus mau menginternalisasi nilai dan mengambil hikmah dari setiap perjalanan yang kita lakukan.

Ketika mau memulai perjalanan di ujung kota Semarang, anda akan sampai pada sebuah daerah yang memiliki tumpah ruah keberagaman. Dari berbagai suku dan agama ada disana, hidup dengan rukun dan damai. Daerah yang harus anda susuri adalah jalan Pekojan, salah satu daerah yang ada di Semarang. Di daerah tersebut tepatnya di Jalan Petolongan No 1, ada sebuah bangunan peninggalan sejarah dan peradaban Islam di Semarang. Bangunan ini memiliki kubah dan dikunjungi banyak jamaah untuk beribadah. Ya, Masjid Jami Pekojan namanya. 

Masjid ini sudah berdiri kurang lebih 150 tahun namun masih tetap berdiri kokoh dan nilai keagamaannya belum pudar. Selain beribadah, Masjid ini dapat dikunjungi sebagai tempat peziarahan. Sebelum masuk, anda akan disambut warna hijau gerbag Masjid yang estetik. Jika ingin langsung beribadah, anda bisa langsung masuk ke dalam Masjid, sebelumnya jangan lupa mengambil air wudhu terlebih dahulu.

AYO BACA :Pura Agung Giri Natha Makin Ramai Dikunjungi Wisatawan

Namun jika anda ingin berziarah, ada satu makam di samping kanan masjid. Makam ini adalah makam milik Syarifah Fatimah binti Sayed Husain bin Ahmad al Idurs. Syarifah Fatimah meninggal di usia muda, pada 5 jumadil akhir 1290H. Beliau adalah seorang penyembuh. Melihat tanggal meninggal beliau yang ada di makam tersebut, sudah bisa dipastikan umur masjid sudah sangat tua. 

Pohon Ajaib

Bukan hanya makam Syarifah Fatimah saja yang ada disana. Konon ada dua pohon ajaib, penyembuh penyakit. Namanya adalah pohon Bidara yang berasal dari Gujarat, pohon ini hanya ada di daerah Masjid Jami Pekojan. Anda tidak akan menemukan pohon ini di tempat lain. Mengapa bisa disebut sebagai pohon ajaib? Beberapa warga setempat dan peziarah yang sudah pernah datang ke tempat ini sering sekali mengambil buah pohon Bidara untuk dibawa pulang.

AYO BACA :Keaslian Masjid Saka Tunggal Darussalam Banyumas Dipertahankan

Mereka percaya bahwa rasa buah yang asam sedikit manis ini bisa menyembuhkan sakit perut. Tidak hanya buahnya, dauh dari pohon Bidara juga dapat digunakan untuk memandikan mayat dan membuat mayat tidak kaku dan tidak bau. Jika anda ingin mencoba sendiri khasiat buah dan daun pohon Bidara, anda bisa langsung mengunjung Masjid Jami Pekojan dan mengambilnya. Jangan lupa untuk tetap memanjatkan doa dan meminta izin kepada marbot masjid.

Makam Masjid

Bagi yang pertama kali berkunjung ke Masjid Jami Pekojan, mungkin akan terheran-heran ketika masuk pada bagian kiri akan melihat ada beberapa nisan makam tak bernama dan letaknya tidak beraturan. Tidak hanya disisi kiri masjid saja, di sisi kanan masjid dekat makan Syarifah Fatimah dan pohon Bidara juga ada beberapa makam serupa. Makam-makam ini adalah bekas makam dari warga sekitar yang dahulunya tinggal di sekitar masjid. 

Hal ini terjadi karena pada jaman dahulu sebelum menjadi masjid, tempat ini adalah sebuah musholla dan pemakaman umum untuk warga yang wakaf di tanah tersebut. Seiring perkembangan zaman dan direnovasinya musholla menjadi Masjid Jami Pekojan, maka beberapa makam yang masih memiliki wali dipindah ke Tempat Pemakaman Umum Bergota. Namun yang sudah tidak memiliki wali, tetap dibiarkan ada di sekitar Masjid Jami Pekojan. Ya semua yang bisa kita lihat sekarang jika mengunjungi Masjid Jami Pekojan.

Daripada hanya bertanya-tanya dan penasaran dengan berbagai nilai luhur keagamaan yang ada di Masjid Jami Pekojan lebih baik anda langsung mengunjunginya. Anda juga bisa berbincang dengan banyak orang baru yang beribadah disana karena tidak hanya warga sekitar saja yang beribadah disitu. Selain mendapatkan nilai luhur keagamaan, anda juga bisa mendapatkan pencerahan baru karena berziarah, dan obat mujarab dari pohon Bidara. Selamat berjalan menyusuri wisata religi di Semarang!

AYO BACA :Cerita Masjid Pangeran Purbaya yang Didirikan Hanya Semalam