img-9312.jpg
Masjid Kapal Pesiar yang ada di kampus Politeknik Bumi Akpelni Semarang. (Sasmita, Viony/Magang Ayosemarang.com)

SEMARANG. AYOSEMARANG.COM -- Setelah dibuka pada 12 September 2019 lalu, Masjid Kapal Pesiar yang ada di kampus Politeknik Bumi Akpelni Semarang ramai diperbincangkan masyarakat. Meski pada awalnya hanya dibangun untuk kepentingan internal kampus, namun ternyata masjid megah berbentuk kapal ini malah menarik antusiasme masyarakat untuk berkunjung.

AYO BACA :Menengok Uniknya Masjid Jami Pekojan

Wakil Direktur 3 Politeknik Bumi Akpelni, Fakhrurrozi menyatakan, bahwa sejak awal pihaknya hanya berniat membuat masjid yang dapat menampung kurang lebih sebanyak 1300 orang untuk memfasilitasi taruna dan agar dapat sholat berjamaah sekaligus. 

AYO BACA :Vihara Watugong, Wisata Religi dengan Pagoda Tertinggi di Indonesia

Namun, pada prosesnya, ada sebuah ide tercetus untuk membuat masjid dengan bentuk kapal pesiar, mengingat kampus berlatang belakang pelayaran.

Masjid dengan tinggi mencapai 21m ini memiliki lima lantai dimana lantai satu sampai tiga sebagai tempat menjalankan ibadah sholat dengan mihrabnya yang berada di lantai dua. Sedangkan di lantai empat berisi laboratorium dan ruang navigasi serta lantai lima sebagai monkey island atau top bridge.

“Ya, kami meminta maaf kepada masyarakat untuk sementara lantai empat dan lima belum bisa dikunjungi wisatawan, karena disana banyak sekali peralatan praktek para taruna yang riskan dan tidak bisa dipegang-pegang sembarangan,” terang Fakhurrozi pada Ayosemarang.com.

Untuk kenyamanan para taruna, Masjid Kapal Pesiar Akpelni hanya dibuka untuk umum, pada hari Sabtu pukul 11.00 WIB – 18.00 WIB dan Minggu pukul 08.00 WIB – 18.00 WIB. 

AYO BACA :Kapel RS St Elisabeth, Cagar Budaya yang Terawat dan Teduh