78121-banjir-di-grobogan.jpg
Banjir di Grobogan. [Antara]

GROBOGAN, AYOSEMARANG.COM-- Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan air sungai di Grobogan meluap. Tak hanya itu, tanggul juga jebol. Sebanyak 2.173 rumah di wilayah tersebut pun terendam banjir.

Dilansir dari Antara, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Endang Sulistyoningsih banjir melanda wilayah Grobogan pada Rabu (8/1/2020) usai hujan berintensitas sedang hingga lebat turun pukul 13.30 hingga 18.15 WIB.

Banjir tersebut berdampak pada permukiman warga di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Purwodadi, Penawangan, Karangrayung, Godong, Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug dan Tegowanu.

Di Kecamatan Purwodadi, area Alun-alun Purwodadi serta beberapa pemukiman sempat tergenang banjir sampai setinggi 40 centimeter. Sementara di wilayah Kecamatan Penawangan seperti Desa Bologarang, Tunggu, Watupawon, Jipang, dan Kramat juga tergenang banjir setinggi 40 centimeter. Banjir sendiri meliputi 722 rumah warga di wilayah itu.

AYO BACA :Penanganan Permanen Banjir di Grobogan Butuh Rp80 Miliar

Di Kecamatan Karangrayung terdapat 955 rumah warga yang terdampak banjir. Selain itu ada dua bagian tanggul yang jebol di Desa Mojoagung dan satu warga yang meninggal dunia karena terpeleset di dalam rumah serta tanggul jebol di Desa Dempel.

BPBD Grobogan pada Kamis mendirikan dapur umum di Pendopo Kabupaten Grobogan dan Balai Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung.

Hingga kini kami masih menyusun laporan serta evakuasi dan pembersihan di lapangan masih berlanjut bersama TNI dan Polri serta relawan, ujarnya di Grobogan, Kamis (9/1/2020).

Bantuan penanganan bencana juga datang dari Tim SAR BPBD Demak dan Basarnas Pos Jepara. Sementara kondisi genangan banjir masih terlihat di beberapa desa dengan ketinggian bervariasi dan kondisinya juga berbeda dengan sebelumnya.

AYO BACA :Pohon Peneduh Ditebang untuk Revitalisasi Trotoar

Sementara itu, Pemprov Jateng mengirim alat berat untuk mendukung penanganan dampak banjir akibat jebolnya Bendungan Glapan di daerah Kabupaten Grobogan.

Alat berat datang hari ini untuk penanggulangan darurat, kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau area terdampak banjir di Desa Glapan, Gubug, Kabupaten Grobogan, Kamis (9/1/2020).

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Balai Besar Wilayah Sungai mengirimkan ekskavator untuk mendukung upaya pengerukan dan pemerataan bagian bendungan yang jebol sebelum tanggul darurat dibangun. Selain itu Pemerintah Provinsi mengerahkan beberapa truk untuk pengiriman material.

Ganjar menyebutkan bahwa pemerintah mengalokasikan anggaran Rp80 miliar untuk mengatasi banjir di Kabupaten Grobogan.

Anggaran itu untuk pembangunan tanggul bendungan dan sungai. Kita terus koordinasi dengan Pemkab Grobogan, bahkan sampai dini hari. Balai Besar Wilayah Sungai tahun depan akan mengerjakan yang permanen, ujarnya.

Banjir melanda Kecamatan Penawangan, Karangrayung, Godong, Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug, dan Tegowanu di Kabupaten Grobogan. Bencana itu terjadi karena Bendungan Glapan jebol akibat luapan Sungai Tuntang yang membelah wilayah Kabupaten Grobogan.

Alhamdulillah pagi ini sudah surut, untuk bantuan logistik masih bisa diatasi Pemkab Grobogan. Untuk menangani yang rumah-rumah rusak jika Pemkab anggarannya kurang, Pemprov Jateng sudah siap mengucurkan, katanya.

AYO BACA :97 Guru di Grobogan Siap Terbitkan Buku