pasar-sentiling-2020.jpeg
Suasana kemeriahan Pasar Sentiling 2018 yang menyajikan beragam kuliner legendaris, lokal dan intenasional. (dok)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Oen Semarang Foundation (OSF) kembali menyelenggarakan acara Pasar Sentiling yang menjadi bagian dari pagelaran kemeriahan Festival Kota Lama Semarang. 

Acara ini diharapkan bisa membangkitkan dan mempercepat perputaran roda perekonomian Semarang, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanpa melupakan kesehatan dan keselamatan.

Pasar Sentiling tahun ke-9 kali dilaksanakan secara istimewa lantaran berada di tengah pandemi. Oleh sebab itu, panitia kegiatan menerapkan protokol kesehatan ketat sebagai syarat mutlak menyelenggarakan acara. Protokol kesehatan ini berlaku tanpa kecuali baik bagi penyelenggara, peserta festival, hingga pengunjung.

Project manager Festival Kota Lama 2020, Yogi Fajri mengatakan, Sentiling kali ini diharapkan mampu menjadi pemantik bangkitnya perekonomian masyarakat Semarang yang dihantam pandemi virus Korona. 

Sebanyak 31 stan UMKM akan berdiri dalam acara, serta menawarkan berbagai kuliner menarik bagi pengunjung. Sajian autentik seperti Pisang Plenet Mbah Toerdi yang terkenal sejak 1954 ikut hadir di dalamnya, serta berbagai kuliner legendaris lainnya.

AYO BACA :Pasar Sentiling Festival Kota Lama Digelar, Cek Tanggalnya

Hampir sama dengan tahun sebelumnya, lanjut Yogi, tema yang diusung yakni Kuno, Kini, dan Nanti. Hidangan tradisional nusantara hingga internasional akan disajikan dalam festival ini yang menjadi ciri khas dari masa ke masa.

Yogi menegaskan, penerapan protokol kesehatan adalah kunci diselenggaraannya acara ini. Seluruh elemen yang terlibat akan meminimalisir kerumunan, menggunakan thermal scan untuk mengecek suhu tubuh, hingga reservasi online dan transaksi pembayaran digital. 

Pencegahan tingginya jumlah kerumunan, kata Yogi, nantinya akan dilakukan dengan membagi titik lokasi serta jadwal kloter acara. Sebelumnya, Pasar Sentiling biasanya digelar di sepanjang jalan area Kota Lama. 

Namun, kali ini akan difokuskan pada 3 gedung bersejarah di area yang sama yakni, Gedung Soesmans, Gedung Geo Wehry & Co, dan Gedung Koperasi Batik Indonesia (GKBI). 

Selain itu, terusnya,  pengunjung yang masuk ke dalam gedung untuk menikmati bazar kuliner legendaris serta konser musik harus melakukan reservasi online terlebih dahulu melalui laman www.festivalkotalama.com.  

AYO BACA :Polisi Klaim Kebakaran Gedung Kejagung Akibat Rokok Tukang Bangunan

Kemudian, kata dia, pengunjung juga akan dicek suhu tubuh menggunakan thermal scan serta akan dibatasi jumlah dan durasi waktu saat berada di dalam gedung. Jika ditemukan pengunjung dengan suhu tubuh di atas 37,2 derajat celsius atau tidak menggunakan masker maka tidak diperkenankan mengikuti acara.

Yogi mengatakan, ketatnya penerapan protokol kesehatan dalam acara ini patut ditaati demi kebaikan semua unsur masyarakat. 

"Saya berharap benar-benar semua sadar menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan, untuk mendukung suksesnya acara ini. Kami akan menyediakan lokasi untuk cuci tangan sebelum masuk di setiap titik gedung, serta disediakan handsanitizer. Karena acara ini sudah berlangsung dari tahun 2012 dan jadi salah satu cara untuk menghidupkan suasana Kota Lama Semarang," ujarnya.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat ini bertujuan untuk menjaga keamanan, kesehatan dan memberi rasa nyaman kepada para pengunjung dalam menikmati keindahan Kota Lama. Hal ini juga untuk memberi akses kepada banyak pengusaha UMKM Kota Semarang agar tetap dapat berjualan.

Terkait perizinan acara, terangnya, Festival Kota Lama 2020 bersifat resmi dan telah mengantongin izin serta dukungan dari berbagai pihak.

“Kedepannya, kami berharap kegiatan bisa menjadi model dari penyelenggaraan acara pariwisata saat normal baru, baik di Kota Semarang ataupun nasional. Kami juga banyak belajar dari acara besar yang terselenggara dengan sukses di Kota Semarang, seperti konser musik drive in yang bisa dan mungkin terjadi saat new normal” tutup Yogi.

AYO BACA :Digelar saat Pandemi, Ini Aturan Main Baru Pasar Sentiling 2020