es-campur-mantap-rasa-pak-tasaan.jpeg
Sejumlah pelanggan antri menunggu giliran semangkuk es campur legendaris matnpa rasa Pak Tasaan. (Muslihun/kontributor Batang)

BATANG, AYOSEMARANG.COM -- Bagi pecinta dan penikmat kuliner di kota Batang, tentunya sudah tidak asing lagi mendengar Es Campur Mantap Rasa Pak Tasaan. 

Warung kecil terbuat dari kayu lokasinya di sudut Jalan Dr Sutomo Kabupaten, berdekatan dengan RSUD Kalisari Batang.

Es dengan campuran dari berbagai bahan, seperti kacang, roti tawar, kacang hijau, olahan tepung beras, santan hingga gula merah rasanya masih nikmat di lidah yang  hingga sekarang belum berubah. 

Warung yang berluaskan 3x4meter itu bertuliskan sejak 1977 terpasang pada dinding warung es campur. Maka tak heran banyak orang yang mengatakan es campur legendaris.

Ridho Kuniawan, seorang pelanggan yang ditemui di warung es campur tersebut mengaku, tempat ia membeli es campur sudah berdiri pada 1977.

"Kalau saya menyebutkan warung es campur legendaris, karena bertahun-tahun warung ini berdiri dan yang dijual hanya es campur. Bahkan karena rasanya yang tak berubah, banyak pelanggan merasa ketagihan dan bisa bernostalgia di warung ini," kata Ridho yang juga ASN di Pemkab Batang, Sabtu (31/10/2020). 

AYO BACA :Jembatan Kali Kuto Jadi Tempat Wisata Kuliner Warga

Tak hanya anak muda, bahkan orang tua juga hilir mudik untuk membeli es campur di warung kecil itu.

Tak beberapa lama pesanan para pelanggan pun disajikan oleh wanita yang mengaku bernama Puji (39).

Puji merupakan anak dari Tasaan pemilik warung es campur yang sudah berdiri hampir setangah abad. 

Disela kesibukannya Puji mengaku, ia bersama empat saudaranya dan sang ayah bergantian menjaga warung es campur tersebut. 

"Setiap hari buka dari pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB, yang membantu juga saudara saya dan ayah, jadi sistemnya giliran," paparnya sembari melayani pembeli.

Dengan harga Rp 7 ribu untuk setiap mangkuk es campur, Puji mengaku warung es campur itu menjadi andalan keluarga mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

AYO BACA :Ini Cara Tino-Mustamsikin Raih Dukungan Tanpa Langgar Prokes

"Dari saya sekolah sudah diajarkan ayah untuk jaga warung, dan kini hampir setengah abad warung ini berdiri, anak-anak dari ayah saya tetap menjaganya," paparnya. 

Tangan terampil Puji dalam meracik es campur seolah menggambarkan, pengalaman ia bertahun-tahun lamanya membantu di warung es campur legendaris tersebut. 

Menyoal rasa dan resep, Puji menerangkan, masih sama seperti awal dibukanya warung tersebut. 

"Kalau resepnya masih sama seperti awal dibuka, karena yang mengajari kami ayah langsung," ucapnya. 

Kesibukan Puji pun sedikit terbantu, saat Dewi (41) kakak Puji datang untuk membantu melayani pelanggan. 

Sang kakak juga terlihat terampil dalam meracik es campur untuk pelanggan yang sudah mengantri. 

"Setiap hari ada ratusan pelanggan, kalau dirata-rata ya tidak bisa, karena kami tidak pernah menghitung. Yang penting ada saja yang datang untuk membeli es campur,"pumgkasnya sambil teraenyum.

AYO BACA :Serabi Kelapa Parut Khas Desa Tambakboyo jadi Idola Kuliner Bupati Batang