gereja_blenduk.jpg
Gereja Blenduk di Kawasan Kota Lama Semarang. (dok)

SEMARANG UTARA, AYOSEMARANG.COM -- GPIB Immanuel atau yang lebih dikenal Gereja Blenduk merupakan salah satu bangunan ikonik dan bersejarah di Kawasan Kota Lama Semarang. 

Sehingga, proses perawatan memang harus dilakukan, mengingat usia dari bangunan tersebut terbilang sudah tua.

AYO BACA :Disporapar Gencarkan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Salah satu perbaikan yang perlu dilakukan adalah atap gereja. Mengingat saat musim penghujan, atap gereja menjadi perhatian tersendiri bagi pengurus dan jemaat Gereja Blenduk.

Pendeta Gereja Blenduk, Yorinawa mengatakan, ketika hujan tiba, pihaknya dan pengurus gereja melihat kebocoran di atap gereja. Seperti contoh hujan deras Sabtu kemarin, dirinya dan pengurus gereja harus menampung tetesan air hujan dari atas dengan barang seadanya.

AYO BACA :Pemilihan Ketua Kawah Jateng Digelar Layaknya Pilkada

Pas hujan deras kemarin malam itu, kita berusaha semampunya dengan menadahi air hujan dengan ember. Soalnya bocornya ada dimana-mana. Letaknya tepat di tengah mimbar gereja, ujarnya dalam keterangan yanh diterima, Senin (2/11/2020).

Meski demikian, dirinya mengaku tidak bisa berbuat banyak. Mengingat Gereja Blenduk merupakan bangunan cagar bidaya yang tidak bisa secara asal-asalan dalam perbaikannya.

Kita nggak bisa berbuat banyak karena yang berwenang memperbaiki ya dari pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Kalau kita perbaiki sendiri, kita nanti jadi salah, imbuhnya.

Menurutnya, di tahun lalu, BPCB telah melalukan pengecatan dinding Gereja Blenduk yang sudah mengelupas dan bagian-bagian lainnya. 

Kalau yang anggaran tahun ini dari info BPCB baru bisa dialokasikan pada 2022 mendatang, ucapnya.

AYO BACA :Ini Sejumlah Titik Potensi Banjir dan Longsor di Tugu