Salah satu guru SDN Proyonanggan 05 saat mensosialisasikan pencegahan Covid-19 ke orang tua murid. (dok)

BATANG, AYOSEMARANG.COM -- Di masa pandemi, guru tak hanya punya tugas untuk mengajar para siswanya secata online. Namun, guru juga secara tidak langsung dituntut untuk berperan menjadi agen edukasi pencegahan Covid-19 kepada muridnya. 

Mulai dari mengingatkan penerapan protokol kesehatan hingga berbagi informasi penting terkait Covid-19. 

AYO BACA :Disdikbud Batang Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer Lewat Bosda

Hal tersebut disampikan Sekretaris PGRI Batang, M Arief Rochman saat ditemui pada tasyakuran HUT PGRI, Kamis (26/11/2020). 

Guru sebagai sosok yang digugu lan ditiru ini pun menjadi sosok yang harus memberikan contoh kepada muridnya. Khususnya terkait pembiasaan untuk penerapan protokol Kesehatan. 

AYO BACA :Warung Bakso Javasari Terapkan Prokes, Pembeli Wajib Cuci Tangan dan Jaga Jarak

"Secara tidak langsung guru berperan dalam mengedukasi pencegahan Covid-19. Baik saat pembelajaran daring, homeschooling ataupun homevisit," jelasnya. 

Dalam pelaksanaan pembelajaran anak juga diajak untuk mematuhi protokol kesehatan. Seperti dengan memakai masker, jaga jarak, dan juga mencuci tangan dengan sabun. 

"Tentunya upaya guru ini juga harus didukung oleh orang tua siswa. Sehingga baik ketika belajar ataupun dalam kegiatan lainnya, anak sudah terbiasa menerapkan protokol Kesehatan. Sehingga bisa meminimalisir transmisi Covid-19," pungkasnya. 

Di tengah pandemi ini pun, pihaknya mewakili PGRI Batang dan seluruh guru yang ada di Batang menolak menyerah pada pandemi Covid-19. Pihaknya pun terus berinovasi agar pembelajaran di tengah pandemi ini tetap efektif. 

AYO BACA :Alokasi Tunjangan Profesi Guru Capai Rp Rp121 Miliar, Belum Sentuh Kejahteraan Guru Honorer