Kepala Disnakertrans Kabupaten Batang, Suprapto menerima kunjungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di kantornya, Rabu (25/11/2020). (dok)

BATANG, AYOSEMARANG.COM -- Menjadi kantong pekerja migran Indonesia (PMI), 6 desa di Kabupaten Batang mendapat pendampingan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk menggarap program desa migran produktif (desmigratif).

Dar enam desa itu yakni Desa Randu, Desa Bandung Kecamatan Pecalungan, Desa Kedungmalang Kecamatan Wonotunggal, Desa Kemiri Barat, Desa Gondang Kecamatan Subah, dan Desa Wanar Kecamatan Tersono.

AYO BACA :Penggerebekan Penampungan Pekerja Migran Ilegal, Calon Pekerja Diminta Rp50 Juta

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Batang, Suprapto menuturkan, Kementrian Ketenagakerja melalui Kasi Penyiapan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri, Endang Woro kemarin Rabu, (25/11/2020) kunjungan di Kabupaten Batang.

Kemenaker yang memiliki program desmigratif sudah dibentuk sejak tahun 2016 lalu, hingga tahun 2019, program desmigratif ini sudah terbentuk di 402 desa se Indonesia. 

AYO BACA :Vaksin Covid 19 Siap Triwulan Keempat 2021

"Kemenaker menempatkan dua orang petugas di setiap desa yang telah terbentuk desmigratif. Setiap petugas mendapat biaya hidup dari kementerian sebesar Rp 1,9 juta selama tiga tahun," kata Suprapto, saat ditemui dikantornya, Kamis (26/11/2020).

Dijelaskan dia, para petugas di setiap desa itu diminta Kemenaker untuk mengimplikasikan empat pilar yang terkandung dalam program desmigratif tersebut, yakni sebagai pusat layanan imigrasi, kegiatan usaha produktif untuk memberikan edukasi awal tata kerja bekerja di luar negeri, community parenting untuk anak-anak pekerja migran dan pembentukan koperasi desmigratif.

Suprapto berharap, dengan adanya desmigratif itu, maka diharapkan dapat untuk menghilangkan para PMI yang selama ini menggunakan jalur non prosedural.

“Ya, kami harapkan kedepan tidak ada PMI yang proses keberangkatannya non prosedural.  Sebab di Batang masih ada, akan tetapi prosentasenya sangat kecil. Saya harapkan keberangkatan PMI secara resmi, makanya kita sambut baik kebijakan dari Kemenaker untuk membuat komunitas komunitas di desa ini,” pungkasnya.

 

AYO BACA :SBMI Ungkap TKI Jadi Korban Perdagangan Orang, Modus Pengantin Pesanan