Ketua HNSI Kota Tegal, Riswanto (Ayotegal.com/Lilisnawati)

TEGAL, AYOSEMARANG.COM -- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal mengungkapkan prihatin atas penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Diketahui, Edhy Prabowo ditangkap KPK saat mendarat di Bandara Soekarno Hatta usai melakukan perjalanan dinas dari Amerika Serikat.

AYO BACA :Sedekah Laut di Tengah Pandemi, Nelayan Tegal Larung 5 Ancak Kepala Kerbau

Ketua HNSI Kota Tegal Riswanto mengatakan, penangkapan Edhy Prabowo menjadi keprihatinan bagi nelayan di Kota Tegal.

Sebab, nelayan maupun pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan ikan tangkap di Kota Tegal menilai, Edhy sosok menteri yang mau membuka ruang diskusi dan komunikasi sebelum menentukan kebijakan. 

AYO BACA :Ganjar Tengok Rumah Veteran Kapten Sanjoto Pasca Renovasi

Riswanto mencontohkan, yakni adanya dialog membahas perizinan kapal perikanan tangkap yang memiliki ukuran diatas 30 gross tonnage (GT). 

Meski demikian, ia berharap, siapa pun menteri yang akan menggantikan Edhy Prabowo bisa melanjutkan arah kebijakan yang sudah baik. 

"Terlepas siapa nanti menterinya, harapannya arah kebijakan yang sudah baik bisa dilanjutkan," ujarnya, Kamis (26/11/2020).

Ia juga berharap, kasus yang menjerat Edhy Prabowo dapat dijadikan pembelajaran untuk menteri yang akan menggantikan. 

AYO BACA :Nelayan Kota Tegal Sambut Baik Wacana Pelegalan Alat Tangkap Cantrang