Puluhan driver Grab mengadu ke DPRD Kota Semarang, Kamis (26/11/2020). (Ayosemarang.com/Afri Rismoko)

AYO BACA :Virtual Grab Driver Center Kedepankan Protokol Kesehatan

AYO BACA :Nelayan Kota Tegal Prihatin Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Puluhan driver Grab mengadu ke DPRD Kota Semarang, Kamis (26/11/2020). Mereka mengadu lantaran terjadi pemutusan hubungan mitra sepihak dari operator yang terjadi pada lebih dari 700 mitra driver grab yang ada di kota Semarang. 

Pemutusan mitra kerja terjadi di awal September 2020. Pihak Opera diduga melakukan pemutusan mitra kerja dengan para mitra drivernya karena adanya kecurangan yang dilakukan mitra driver, berupa penyalahgunaan voucher konsumen.
 
Lukman salah satu perwakilan driver mengakui, beberapa rekannya melakukan kesalahan tersebut. Namun tidak semua driver.

Pihaknya menyayangkan tidak ada peneguran terlebih dahulu dari pihak aplikator kepada mitra, dan langsung melakukan pemutusan sepihak tanpa pertemuan dan sosialisasi terlebih dahulu. Akibatnya sejak awal september, ratusan driver grab terpaksa menganggur.
 
"Jadi kita diputus mitra secara sepihak dari pihak grab. Ada sekitar 700 mitra, tapi kemudian ada beberapa yang diaktifkan lagi dan jadi mitra lagi, setelah kita cari tahu ternyata kebanyakan mereka adalah anggota komunitas yang di ada dibawah kendali Grab,” ujarnya.
 
Kekecewaan Lukman dan kawan-kawannya memuncak saat sekitar 200 an mitra driver yang telah di putus mitra kembali diaktifkan kembali akunnya oleh pihak grab pada Oktober. Namun ternyata mereka yang mendapat kontrak mitra baru lagi adalah anggota komunitas resmi yang berada dibawah naungan Grab Semarang. Sedangkan mitra driver dari asosiasi dan komunitas yang bukan dibentuk oleh Grab tidak mendapat perlakukan yang sama.
 
"Kita datang ke kantor DPRD kita mau menuntut keadilan, kenapa hanya anggota komunitas grab saja yang diaktifkan kembali akunnya, harusnya jangan pilih kasih,” imbuhnya.
 
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman yang menemui driver tersebut menerangkan dari hasil audiensi DPRD akan mengundang kembali pihak Grab. Apalagi selama ini pihak aplikator selalu bungkam.
 
"Jadi ini sebenarnya masalah personal dengan pihak perusahaannya, tapi karena jumlahnya banyak jadi mereka berkirim surat ke DPRD jadi pasti kami harus respon positif, kami tanggapi, makanya saya minta waktu walaupun mereka ini pesimis, tapi tidak salahnya untuk kita berupaya sebagai wakil rakyat ada aduan seperti itu mencoba terus untuk membantu menyelesaikan. Nanti setelah mas Hendi kembali aktif setelah cuti kita akan fokus untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,” tandasnya.

AYO BACA :Kena Order Fiktif, Saldo Rekening Driver Ojol Semarang Terkuras