rapid_test_antigen.jpg
Ilustrasi rapid test antigen. (istimewa)

SALATIGA, AYOSEMARANG.COM -- Adanya aduan masyarakat mengenai adanya klinik kesehatan yang tidak melaksanakan Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/1/4611/2020 menjadi perhatian Wali Kota Salatiga, Yuliyanto.

Menindaklanjuti hal tersebut, Yuliyanto menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan terhadap adanya laporan tersebut.

AYO BACA :Kasus Covid-19 Meroket, Salatiga Berstatus Zona Merah

Dirinya pun menegaskan, jika memang ada klinik terbukti menyalahi aturan, dirinya bisa saja memberikan sanksi tegas terkait izin klinik tersebut.

"Jika memang ada pelanggaran tentu akan ada sanksi. Bahkan karena ini kondisi khusus saat pandemi, bisa jadi nanti izin klinik-klinik tersebut akan dievaluasi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (2/1/2021).

AYO BACA :Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3 Resmi Naik Mulai Januari 2021

Yuliyanto menambahkan, baru ada satu laporan mengenai klinik yang tidak mentaati aturan tersebut. Menurut Yuliyanto, pada saat kondisi pandemi Covid-19 yang perlu diutamakan adalah semangat gotong royong dan kebersamaan.

Wali Kota Salatiga itu menerangkan, sesuai surat edaran tersebut, maka batas tertinggi harga rapid tes antigen adalah Rp250.000.

"Jangan malah membebani masyarakat karena saat ini kondisinya memang lagi prihatin. Jangan aji mumpung. Kita bekerja ada aturan-aturan dan standar yang ditetapkan pemerintah," imbuhnya.

 

AYO BACA :Awas! Palsukan Hasil Tes Covid-19 Bisa Dipenjara 4 Tahun