polres_demak.jpg
Kegiatan gelar perkara di Polres Demak. (dok)

DEMAK, AYOSEMARANG.COM -- Polres Demak melaksanakan gelar perkara atas kasus KDRT yang berujung pelaporan anak terhadap ibunya ke pihak kepolisian. Acara pun digelar di Loby Polres Demak pada Senin (11/01/2021).

Sebelumnya diberitakan, S (36) melakukan penganiayaan dengan mencakar A (19), anaknya sendiri saat korban dan ayah korban beserta perangkat desa setempat mendatangi S untuk mengambil baju korban yang masih tertinggal.

AYO BACA :Masa Pandemi, KDRT di Semarang Hingga Juni Ini Capai 45 Kasus

Adapun status S dan ayah korban sudah lama bercerai dan tidak tinggal serumah. Atas kasus itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, kasus tersebut sudah terjadi lama dan bukan masuk dalam perkara besar.

Pihak kepolisian pun sudah mengupayakan langkah mediasi sebagai jalan penyelesaian masalah tersebut, namun pelapor tetap tidak mau.

AYO BACA : Dulu Korban KDRT Kini Berjuang Jadi Pendamping

Sudah lebih dari 3 kali tapi korban tetap tidak mau mediasi artinya perkara tersebut harus sampai pada pengadilan karena korban menuntut keadilan, ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima, Senin (11/1/2021).

Meski begitu, Iskandar menambahkan, korban mengaku sudah memaafkan tersangka yang tidak lain adalah ibu kandungnya. Namun ada kejadian lama yang korban mengaku tidak bisa memaafkan kejadian tersebut yaitu perselingkuhan ibunya yang dipergoki di salah satu hotel.

Sementara Kasat Reskrim Polres Demak AKP Muhammad Fachrur Rozi menerangkan pada prinsipnya pihaknya menindaklanjuti semua laporan dan aduan.

Selanjutnya kita laksanakan penyidikan, dan Alhamdulillah berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh JPU (P.21), kita laksanakan tahap 2 atau pelimpahan berkas perkara dan barang bukti kepada kejaksaan pada hari Selasa minggu depan, ungkapnya.

Terkait dengan penahanan, lanjutnya pihaknya memiliki alasan objektif dan subjektif, yang mana pada alasan objektif bahwa persangkaan pasal dapat dilakukan penahanan sedangkan alasan subjektif dikhawatirkan tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan.

AYO BACA :KDRT pada Istri Sambil Live Facebook, Pria Asal Merauke Diciduk Polisi