cilegon_united.jpg
Ghoni Yanuar, penjaga gawang Cilegon United (kiri) saat latihan privat dengan muridnya (dok)

SALATIGA, AYOSEMARANG.COM -- Liga Indonesia belum berjalan lantaran masih pandemi covid-19. Ini berdampak kepada para pemain profesional yang mengikuti gelaran kompetisi tersebut.

Ghoni Yanuar yang merupakan penjaga gawang Cilegon United merasa sedih karena belum ada kepastian.

AYO BACA :BMKG Peringatkan Potensi Cuaca ekstrem di Jateng Selama 3 Hari

Untuk mengisi kesehariannya, Ghoni mengaku saat ini ikut melatih penjaga gawang usia dini di salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) yakni Satria Kencana Serasi (SKS) Ungaran.

Hampir 10 bulan tidak merasakan aura pertandingan di stadion. Tentu sangat kami sayangkan mengingat di beberapa negara kompetisinya sudah bergulir, ujarnya di Lapangan Kecandran Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga, Senin (11/1/2021).

AYO BACA :Milad ke-18, YAPAPB Semarang Santuni 20 Anak Panti Asuhan

Ghoni menambahkan, dengan pengalamannya sebagai salah satu pemain profesional dan berbekal licenci D kepelatihan membuat dirinya membuka latihan privat bagi anak-anak yanh ingin menjadi penjaga gawang.

Di Salatiga dan Kabupaten Semarang ini banyak calon penjaga gawang berkualitas, secara fisik bagus, imbuh 
\nMantan punggawa Persita Tangerang, Persibat Batang, dan PSCS Cilacap tersebut.

Menurutnya, dasar-dasar teknik yang benar dan visi bermain sebagai penjaga gawang di era sepakbola modern ini harus mulai diberikan oleh keeper usia dini.

Tugas penjaga gawang di era sepak bola modern tidak hanya mengamankan gawang tapi dituntut menjadi kreator awal serangan tim dalam menyerang, ucapnya.

AYO BACA :Gus Yusuf Pimpin PKB Jateng Lagi, Fokus Bantu Masyarakat Atasi Pandemi