polres_demak.jpg
Polres Demak melimpahkan kasus anak lapor ibu kandungnya kepada Kejaksaan Negeri Demak/ dok

DEMAK, AYOSEMARANG.COM -- Kasus anak perempuan inisial A yang melaporkan ibu kandungnya sendiri S (36) di Kabupaten Demak memasuki babak baru. Polres Demak melimpahkan kasus tersebut kepada Kejaksaan Negeri Demak.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar F Sutisna mengatakan, setelah dinyatakan P-21, penyidik Polres Demak berkoordinasi dengan kejaksaan untuk melaksanakan pelimpahan tahap kedua, yaitu penyerahan barang bukti dan tersangka.

"Ini sudah tahap kedua, tersangka, barang bukti, berkas semuanya sudah diserahkan kepada jaksa,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang didapat, belum lama ini.

AYO BACA :Kasus KDRT Ibu terhadap Anak di Demak, 3 Kali Upaya Mediasi Namun Korban Menolak

Iskandar memaparkan kronologi kasus tersebut berawal ketika (A) atau korban yang merupakan anaknya sendiri bersama ayahnya yang sudah bercerai dengan S dan didampingi Kades dan juga Pak RT, mendatangi rumah S ingin mengambil pakaian yang tertinggal.

"Saat anak ini bertanya kepada ibunya tentang pakaian yang mau akan diambil, dijawab sama ibunya bahwa ‘pakaian itu sudah dibakar, sudah dibuang’. Sehingga anak tersebut berupaya untuk mencari sendiri pakaiannya dalam lemari,” imbuhnya.

Ibu dan anak itu dorong-mendorong kemudian terjadi penjambakan atau menarik kerudung anaknya sampai terlepas dan rambutnya ditarik. Pelipis dan pipinya terkena cakaran kuku oleh ibunya.

AYO BACA :Anak di Demak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Gara-gara Sering Selingkuh

A yang tidak terima dengan perlakukan itu membuat laporan polisi di Polres Demak. Laporan polisi tersebut yaitu LP/B/124/IX/2020/Jtg/SPKT/Res.Dmk, tertanggal 22 September 2020.

"Berdasarkan laporan itu Polres Demak melakukan penyelidikan, mendatangi TKP, mengumpulkan bukti dan mengambil keterangan beberapa saksi,” katanya.

Iskandar menerangkan sebanyak lima saksi sudah diperiksa atas kasus tersebut. Selain itu, polisi juga telah mengupayakan mediasi sebanyak tiga kali. Namun pelapor tidak mau hadir dan membuat surat pernyataan untuk tidak mencabut laporan perkaranya.

“Ini kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang jelas kalau kita lihat perkaranya tidak terlalu besar karena penganiayaan ringan. Tetapi karena unsur lain korban atau pelapor ini tetap tidak mau berdamai, artinya perkara itu harus sampai ke pengadilan. Karena dia ingin menuntut keadilan. Kira-kira begitu,” jelasnya.

Menurut Iskandar, upaya-upaya yang dilakukan penyidik Polres Demak sudah tepat. Dengan berupaya sebanyak tiga kali untuk melakukan mediasi, tetapi pihak pelapor atau korban sudah menyatakan mengirimkan statement, mengirimkan video, yang menyatakan bahwa sudah memaafkan ibunya tetapi perkara tersebut tetap dilanjutkan.

"Sampai saat ini polisi tetap berupaya untuk memfasilitasi perkara anak dan ibu kandung tersebut untuk bisa ditempuh jalur damai," katanya.

AYO BACA :Cerai dengan Suami, Wanita Asal Demak Aniaya Anaknya