kasus_kdrt_berujung_damai.jpeg
S (kiri) dan A (kanan) saling bepelukan (dok)

DEMAK, AYOSEMARANG.COM -- Kasus KDRT yang dilakukan S (36) terhadap A (19) yang merupakan anaknya sendiri berujung damai. Keduanya pun akhirnya saling berpelukan dan saling memaafkan dengan tangisan air mata bahagia dari keduanya.

Setelah pelukan hangat itu, A tidak lagi memandang ibunya sebagai pelaku penganiayaan, tetapi sebagai seorang ibu yang sayang kepada anak-anaknya.

AYO BACA :Milad ke-18, YAPAPB Semarang Santuni 20 Anak Panti Asuhan

InsyaAllah tanpa disuruh siapapun saya Agesti Ayu Wulandari mencabut laporan ini. Bagaimanapun dia adalah orangtua yang sangat saya banggakan. Yang membesarkan saya. Yang melahirkan saya, ujar A, dalam keterangan tertulis yang didapat, Rabu (14/1/2021).

Ibu, saya tetap anak ibu. Mohon maaf selama ini Agesti ada salah, Imbuhnya.

AYO BACA :Ganjar Tegaskan PPKM Tak Jadi Alasan Penundaan Pembagian BST

Sementara itu, S pun menyambut permintaan A dengan ucapan maaf pula. Dia merasa lega setelah sekian lama tidak bertemu anaknya, ia kini bisa meluapkan rasa rindunya dan dengan hati yang lapang menyampaikan kekhilafannya. 

Maafkan mamah ya sayang ya, Mamah Banyak dosanya, katanya.

Dia menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu perkaranya, sehingga bisa berakhir dengan damai. 

Adapun sebelumnya, Polres Demak menangani kasus KDRT Ibu terhadap anak. Yang mana kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Demak. Namun A, sebagai korban secara inisiatif sendiri mencabut laporannya.

AYO BACA :Banyak Sawah jadi Permukiman, Burung Kuntul Srondol Mulai Menghilang