91802-agesti-dan-ibunya.jpg
Agesti Ayu Wulandari (19) dan Sumiyatun (36) bertemu di Kejari (suara.com/Dafi Yusuf)

DEMAK, AYOSEMARANG.COM -- Agesti Ayu Wulandari (19) yang melaporkan ibu kandungnya ke Polres Kabupaten Demak terkait kasus KDRT kini telah mencabut laporan. Agesti kin berdamai dengan ibunya, Sumiyatun (36).

Keduanya tak sanggup menahan air matanya ketika bertemu di Kantor Kejari. Agesti mengaku sudah rudah rindu. Akhirnya, mereka saling berpelukan dan bersedia untuk berdamai. 

Bagaiamanapum beliau adalah ibu saya, jelas Agesti saat ditemui di Kantor Kejari Demak, Rabu (13/1/2021). 

Ia mengatakan, terkahir bertemu dengan Sumiyatun pada bulan Agustus lalu. Ia mengaku rindu kepada ibu kandungnya tersebut. Agesti mengaku tak dapat berkata-kata lebih pada pertemuannya kali ini. 

Saya kangen, tak bisa berkata-kata, ucapnya. 

Sementara itu, Sumiyatun meminta maaf kepada masyarakat karena melakukan keteledoran. Selain itu, ia juga meminta masyarakat terutama netizen yang ada di media sosial tak membully anaknya. 

Saya minta maaf, mungkin saya banyak salahnya. Saya minta netizen dan masyarakat tak membully anaknya sebagai anak durhaka, ucapnya. 

Menurutnya, anak pertamanya itu masih anak-anak dan tak mengerti masalah yang dihadapi oleh kedua orang tuanya. Meski begitu, ia memohon agar anaknya tak dibully lagi. 

AYO BACA :Ganjar Tegaskan PPKM Tak Jadi Alasan Penundaan Pembagian BST

Jangan bully anak saya, mungkin dia banyak tekanan, imbuhnya. 

Sebelumnya, sang anak menyampaikan alasannya melaporkan ibu yang melahirkannya itu. Ia mengaku hanya mencari keadilan. 

Video anak melaporkan ibunya ke Polisi itu diunggah oleh akun instagram @infokejadiandemak. Unggahan itupun langsung mendapat kecaman dari nitizen. 

Wanita di dalam video itu mengaku bernama Agisti Ayu Wulandari. 

Ia melaporkan ke Polres Demak karena kesal dangan sang ibunya yang berinesial S. 

Mungkin diluar sana nitizen dan rekan rekan lagi ramai berita anak durhaka yang melaporkan ibunya sehingga terancam penjara. Perlu saya jelaskan mungkinkah seorang anak yang telah melahirkan  akan memenjarakan seorang ibu jika tidak keterlalun, ucap agisti dalam video beberapa waktu yang lalu. 

Jadi anak angkat Dedi Mulyadi

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi turun ke Demak langsung untuk memediasi Agesti dan ibunya Sumiyatun. Politisi Golkar itu mengangkat Agesti menjadi anak jika bersedia berdamai dengan ibu kandungnya. 

AYO BACA :Tolak Vaksin Covid-19, Anggota DPR Ribka Tjiptaning Disindir Dokter Tirta

Saya berikrar jika Agesti memaafkan ibu kandungnya (Sumiatun), saya akan anggap dan angkat Agesti sebagai anak saya, jelasnya di Kejaksaan Negeri Demak, Rabu (13/1/2021). 

Selain itu, dia juga akan menanggung biaya hidup dan pendidikan Agesti hingga doktor. Dia mengaku memang menaruh perhatian lebih pada kasus yang sedang dihadapi Agesti dan ibunya. 

Sekarang saya mempunyai anak empat salah satunya adalah Agesti, ucapnya. 

Ia mengatakan, mulai saat ini masyarakat atau netizen tak boleh untuk lagi membully keduanya. Menurutnya, keduanya sejatinya saling mencintai dan menyanyangi lantaran mempunyai ikatan batin antara anak dan ibu. 

Mulai sekarang tak ada Bully untuk keduanya. Mereka saling mencintai, katanya. 

Dedi mengaku tersentuh hatinya sejak membaca berita soal peristiwa yang sedang dialami Agesti dan ibunya. Setelah membaca berita tersebut, ia langsung menelepon pengacaranya. 

Saya sejak bacara berita tersebut langsung telpon pengacaranya, ucapnya. 

Sebelumya, Didi juga sempat menghubungi Agesti. Ia mengaku sempat berbicara lama dengan Agesti. Hal itulah yang membuatnya ingin berkomunikasi dengan Agesti dan juga ibunya. 

Saya selalu meyakini, ibu dan anak apalagi perempuan yang awalnya suci makan akan kembali ke suci lagi, ujarnya.   

AYO BACA :Tolak Vaksin Covid-19, Anggota DPR Ribka Tjiptaning Disindir Dokter Tirta