pembobolan-server-undip.jpg
Universitas Diponegoro. (Googlemaps)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Universitas Diponegoro Semarang mengungkapkan adanya upaya peretasan server dari sejumlah negara. Sebelumnya, terungkap ada dugaan kebocoran data mahasiswa.

Upaya pembobolan server milik Undip yang dilakukan dari Belanda, Tiongkok, Hongkong, dan Meksiko. Adapun server yang diserang yakni laman pak.undip.ac.id yang semula dipakai untuk penilaian angka kredit.

AYO BACA :Undip Investigasi IT Terkait Dugaan Peretasan Data Mahasiwa

Server yang diperbarui terakhir kali pada 16 April 2018 itu berisi tentang data mahasiswa Undip, namun saat ini diklaim bukan lagi menjadi bagian dari sistem informasi yang berjalan.

Dilansir Suara.com, Rabu (20/1/2020), Pelaksana tugas Wakil Rektor 3 Bidang Komunikasi dan Bisnis Undip Semarang Dwi Cahyo Utomo dalam konferensi pers yang digelar secara daring menyebut dari sekitar 125.000 data mahasiswa yang bocor pada awalnya ternyata hanya sekitar 73.000 yang diduga merupakan milik Undip.

AYO BACA :Gempa Magnitudo 5.0 Guncang Gunung Kidul, Tak Berpotensi Tsunami

"Dari jumlah itu kemudian dicocokkan dengan 10 field, ternyata tidak ada yang identik," katanya

Kemudian, kata dia, ketika diperkecil dengan 5 field diperoleh hasil ada sekitar 5.000 data yang harus di dalami.

"Kami cari berdasarkan identitas dasar, seperti nama, NIM, alamat, nomor ponsel, ternyata ada sekitar 5 ribu yang harus didalami," katanya.

Sebelumnya, akun Twitter @fannyhasbi mengunggah status tentang dugaan kebocoran data 125.000 mahasiswa dan alumnus Undip Semarang.

Data tersebut antara lain berisi nama, alamat, jalur masuk, alamat surat elektronik, password, IPK, riwayat sekolah, beasiswa dan beberapa data penting lainnya. 

AYO BACA :Diduga Bocor, Undip Klaim 125.000 Data Mahasiswa Masin Aman