21aupgris.jpg
Panitia Khusus (Pansus) Pengarusutamaan Gender DPRD Kota Semarang Dr Anang Budi Utomo MPd menerima kenang-kenangan dari Rektor UPGRIS Dr Muhdi. (dok)


SEMARANG, AYOSEMARANG.COM - Pusat Kependudukan Perempuan dan  Perlindungan Anak (PKPPA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)  Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Kamis (21/1/2020) menerima kunjungan lapangan Panitia Khusus (Pansus) Pengarusutamaan Gender DPRD Kota Semarang. 

Hadir Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum, Pimpinan Pansus Dr Anang Budi Utomo MPd, Ketua LPPM UPGRIS Dr Seno Warsito MPd serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang, Bappeda , Inspektorat Kota Semarang, dan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Acara berlangsung di gedung pusat lantai 7 dengan protokol kesehatan.

AYO BACA :Mahasiswa KMP UPGRIS Ajarkan Numerasi dengan Media Parkli di Masa Pandemi

Pimpinan Pansus Dr Anang Budi Utomo MPd mengatakan kunjungan lapangan dilaksanakan guna menyaring serta mendapat masukan dari praktisi serta akademisi di lingkungan kampus kota Semarang. Menurutnya penguatan pemahaman ''Pengarusutamaan Gender'' menjadi poin utama pada kunjungan Pansus Pengarusutamaan Gender DPRD Kota Semarang.


“Pengarusutamaan Gender adalah cross cutting issu atau isu lintas sektoral, artinya tanggung jawab pelaksanaannya bukan hanya diemban oleh dinas pemberdayaan perempuan dan anak di daerah, tapi oleh pemerintah baik pusat terlebih daerah. Dalam pengarusutamaan gender, kita memastikan bahwa setiap orang haknya terpenuhi, baik itu laki-laki, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya, dengan mengintegrasikannya ke dalam perencanaan program pembangunan yang akan dibuat oleh suatu daerah,” ujar Anang Budi.

AYO BACA :Teliti Keterampilan Penalaran Matematika Siswa SD, Dosen PGSD UPGRIS Raih Gelar Doktor


Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum mengapresiasi inisiatif atas perda dari kinerja pansus pengarusutamaan gender DPRD Kota Semarang. Menurut dia, perhatian serta masih adanya kurang perhatian yang cukup kita fasilitasi terhadap kaum perempuan. Kemudian, adanya kesetaraan hak secara umum untuk mendapat pekerjaan, pendidikan serta promosi, perempuan harus mendapat akses lebih mudah secara fisik misalkan tempat parkir yang lain. 
''Permasalahan akan muncul bagaimana mengimplemantasikan secara luas. Pentingnya sosialisasi menjadi salah satu hambatan besar. Sosialisasi harus diatur dengan sangat baik untuk masyarakat. Agar aturan tersebut bisa diterapkan serta tercapai hasil yang maskimal. UPGRIS melalui Pusat Kependudukan Perempuan dan  Perlindungan Anak (PKPPA) selalu terbuka untuk selalu dilibatkan untuk kepentingan masyarakat luas,”imbuh Muhdi.


Ia menambahkan, PKPPA UPGRIS selalu melibatkan para akademisi di lingkungan UPGRIS yang memiliki ketertarikan dan kepedulian  pada masalah kependudukan dan isu-isu perempuan dan anak. Selain itu, mengupayakan membangun kerja sama  dan jejaring sosial yang saling menguntungkan dengan Perguruan Tinggi, pemerintah daerah,  swasta dan berbagai kelompok masyarakat.*

 

AYO BACA :UPGRIS Tanam Ratusan Mangrove Bareng Puteri Indonesia