barang-antik.jpg
Deretan barang antik yang dijual di Antikan Semarang Kawasan Kota Lama (Asemkawak). (dok)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Unik, langka, dan berharga menjadi ciri identik dari barang-barang antik. Meskipun langka dan susah untuk dicari, peminat dari barang antik sangatlah banyak. Bahkan dari kalangan milenial.

Antikan Semarang Kawasan Kota Lama (Asemkawak) salah satu tempat jual beli barang antik yang direkomendasikan untuk mencari barang-barang antik di Kota Lama Semarang.

AYO BACA :Cerita Asemkawak, Komunitas Pedagang Barang Antik di Semarang

Salah satu Pemandu Wisata dan sekaligus Penjual barang antik, Rofiq mengatakan, kaum milenial memilki ketertarikan dengan jenis barang antik tertentu, seperti majalah, buku, atau barang antik lainnya yang bermateri kertas.

"Kalau ABG paling carinya ya barang-barang antik indentik kertas-kertas, untuk yang umur 30 tahun keatas benda-benda yang ada kenangannya, untuk yang 50 tahun keatas barang yang agak berkelas yang harganya lebih tinggi," ujarnya, Selasa (09/03/21).

AYO BACA :Pertemuan dengan Presiden Pasoepati, Gibran: Kita Bicara Persis Solo

Saat ditanya adakah pengaruh pandemi terhadap omset penjualan barang antik, Rofiq mengaku hal tersebut sangat berpengaruh bagi pedagang barang antik di Amsemkawak.

"Kalau dulu pada saat sebelum pandemi kita mencari uang lebih mudah karena cari untung lebih mudah. Bisa dikatakan lebih banyak bertahan kalau sekarang ini,"imbuhnya.

Asemkawak sendiri terdapat 36 orang penjual yang dari berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta,Magelang dan Semarang sendiri.

"Untuk eksistensi barang antik sendiri di Semarang masih banyak penggemarnya bahkan dari luar kota juga. selain itu ada juga komunitas penyuka barang antik," katanya. (Ummi, Artamevia, Wahyu)

AYO BACA :Uang Kuno Banyak Diminati jadi Mahar Pernikahan