kemenag.jpg
Kakanwil Kemenag Jateng Musta'in Ahmad Saat Orasi Dalam Acara Deklarasi Moderasi Beragama Bagi Remaja Masjid dan Generasi Muda Jawa Tengah di Aula Kankemenag Kabupaten Demak (dok)

DEMAK, AYOSEMARANG.COM -- Bersama Kemenag Jateng, sejumlah perwakilan remaja masjid dan generasi muda Jateng sejumlah wilayah deklarasikan moderasi beragama.

Terdapat lima poin ikrar deklarasi moderasi beragama bagi remaja masjid dan generasi muda Jawa Tengah. Yakni, taat dan patuh terhadap Tuhan Yang Maha Esa, siap melakukan penguatan dan setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara.

Ketiga, bertekad menjadikan rumah ibadah sebagai pusat gerakan moderasi beragama. Selanjutnya, penguatan toleransi untuk kerukuan umat beragama dan terakhir, siap melawan gerakan intolerasi, radikalisme, terorisme dan separatisme demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Roadshow deklarasi moderasi beragama bagi remaja masjid dan generasi muda Jawa Tengah di Demak ini merupakan yang perdana atau putaran pertama. Yang mana sebelumnya kita launching gerakan ini beberapa waktu lalu," ujar Ketua Umum PW PRIMA DMI Jateng, Ahsan Fauzi, dalam keterangannya, Kamis (25/3/2021).

Ahsan menambahkan, roadshow akan berlanjut di tiap Karesidenan Jateng atau zona yang ditentukan. Seperti putaran pertama untuk Demak, Kudus, Jepara dan Grobogan. Direncanakan untuk putaran kedua di Brebes untuk Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Brebes.

"Selanjutnya putaran ke-III untuk Kabupaten Kendal, Batang, Kota dan Kabupaten Pekalongan serta Pemalang. Putaran IV untuk Surakarta, Klaten, Sragen, Karanganyar dan Wonogiri. Putaran V Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Salatiga, Purworejo, Kabupaten Semarang dan Boyolali, putaran VI Rembang, Pati dan Blora dan terakhir, putaran VII Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Wonosobo dan Kebumen," katanya.

Kakanwil Kemenag Jateng Musta'in Ahmad mengajak para remaja masjid dan generasi muda Jawa Tengah bersemangat mempelajari dan mengamalkan agama yang moderat, tidak ditarik pada garis ekstrem kanan maupun ekstrem kiri.

"Kita ingin, para generasi muda ketika belajar teks maupun konteks dan agama dalam waktu yang sama mereka belajar nilai-nilai kebangsaan, karena agama dan kebangsaan harus menjadi satu tarikan nafas bagi bangsa Indonesia, nyatanya bangsa Indonesia memang kuat nasionalisme dan religiusitas agamanya," ucapnya

Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Demak Ahmad Muhtadi mendukung gerakan moderasi beragama bagi generasi muda tersebut.

"Apabila generasi mudanya punya pemahaman bagus tentang toleransi dan moderasi beragama, kerukunan umat beragama tercipta dan Indonesialah menjadi contoh bagi negara-negara yang lainya," katanya.