img_20200919_140234_878.jpg
Salsa Nur Anggraini. (dok)

AYOSEMARANG.COM -- Menurut Abuddin Nata, “ Tarbiyah atau  pendidikan secara harfiah atau ahli kebahasaan  mengandung arti mengembangkan, menumbuhkan, memelihara dan merawat dengan penuh kasih sayang. Maksud mengembangkan di sini adalah manusia sejak lahir sudah memiliki fitrah dan fitrah itulah yang pelu dikembangkan, dan kata menumbuhkan yang berarti manusia sejak lahir sudah dibekali dengan bakat masing-masing, dan dengan adanya pendidikan manusia bisa menumbuhkan bakat-bakat  tersebut, apabila manusia sudah mengembangkan fitrah dan bakat-bakat yang telah dimiliki, manusia harus memelihara dan merawat apa yang telah Allah berikan kepada nya, ilmu itu perlu kita ulang-ulang dan dikaji kembali supaya ilmu itu tidak hilang, dan manusia harus mengamalkan ilmu itu supaya bermanfaat juga bagi orang lain.  Pendidikan  memegang peranan yang menentukan eksistensi dan perkembangan manusia. Tanpa pendidikan manusia tidak dapat menaklukkan masa depan dan bahkan manusia tidak mengetahui siapa dirinya, dan tidak dapat menaklukkan dirinya sendiri, bukan hanya sekedar mentransferkan ilmu saja, pendidikan juga merupakan usaha melestarikan nilai-nilai kebudayaan dalam segala aspek-aspeknya kepada generasi penerus bangsa.

Mengingat pentingnya pendidikan bagi kehidupan manusia, maka islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, memberikan perhatian serius terhadap perkembangan pendidikan. Pendidikan  islam dikaitkan dengan konsepsi kejadian manusia yang sejak lahir sudah dibekali potensi akal dan  ilmu, sehingga kita tidak hanya berhenti disitu saja kita harus mengembangkan ilmu yang telah Allah berikan kepada kita, amanat dari Allah yang perlu kita tanggung  jawabkan sepanjang hidup kita. Oleh sebab itu pendidikan mendorong individu dan masyarakat untuk meningkatkan kualitasnya dalam segala aspek kehidupan demi mencapai kemajuan, dan  untuk menunjang perannya di masa mendatang. Secara umum pendidikan islam bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman peserta didik tentang agama islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan islam merupakan suatu sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah, yang bersumber dari Al-Quran, Hadits serta ijtihad para Ulama muslim, untuk kepentingan duniawi dan ukhrawi. Oleh karenanya semua cabang ilmu pengetahuan yang mengandung nilai manfaat dan maslahat merupakan ruang lingkup pendidikan islam.

   Hakikat pendidikan islam adalah proses membimbing dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik agar menjadi manusia dewasa sepeerti tujuan pendidikan islam, untuk memenuhi hakikat pendidikan islam ini, diperlukan seorang pendidik untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai agama dan nilai-nilai ilmu pengetahuan secara mendalam dan meluas dalam pribadi peserta didik, sehingga akan terbentuk pada dirinya sikap beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

     Kalau kita melihat kembali tujuan pendidikan islam , akan terlihat jelas yang diharapkan terwujud setelah seorang mengalami pendidikan islam secara keseluruhan, yaitu kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi insan kamildengan pola taqwa, yang berarti manusia dapat utuh jasmani dan rohaninya karena taqwa kepada Allah SWT.

     Menurut Hasbullah, alat pendidikan adalah suatu tujuan pendidikan yang sengaja diadakan untuk tercapainnya suatu  tujuan pendidikan yang di tentukan, jadi  alat pendidikan memiliki peranan  penting, tanpa alat pendiidikan sarana dan prasarana pendidikan, kegiatan pendidikan tidak dapat berlangsung, Alat pendidikan juga berfungsi untuk memperjelas apa yang telah diajarkan pendidik.

     Tetapi pendidikan islam tidak mungkin terlepas dari problematika pendidikan, karena pada dasarnya kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. Setidak-tidaknya problematika pendidikan islam meliputi ;

    \n
  1. Problem kerangka sistem dan metode pendidikan islam
  2. \n
  3. Problem komersialisasi pada lembaga pendidikan islam
  4. \n
  5. Problem dikotomi dalam sistem pendidikan islam
  6. \n
  7. Problem nilai (moral) pendidikan islam
  8. \n
  9. Problem ketidakselarasan kurikulum dalam pendidikan islam
  10. \n

Untuk menyikapi problematika ini perlu adanya kesadaran pada diri peserta didik dan pendidik, dan perlu dukungan pemerintah untuk terwujudnya tujuan pendidikan islam dan terhindar dari problematika pendidikan.

Penulis: Salsa Nur Anggraini

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.