corona-e484k-kurangi-perlindungan-vaksin.jpg
Ilustrasi, Di jepang mutasi E484K dikenal untuk mengurangi perlindungan vaksin. (dok)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Virus Covid-19 terus bermutasi dengan varian baru yang dijuluki 'Eek' oleh para ilmuwan telah muncul di Jepang. Di jepang mutasi E484K dikenal untuk mengurangi perlindungan vaksin. Mutasi ini terdeteksi pada sekitar 70% pasien penyakit virus Covid-19 di rumah sakit Tokyo bulan lalu.

Dilansir dari hindustantimes.com, Selasa (6/4/2021), mutasi E484K ditemukan pada sebanyak 10 dari 14 pasien Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Kedokteran dan Gigi Tokyo, pada bulan Maret lalu. 

AYO BACA :Corona E484K Disebut Lebih Cepat Bermutasi

Selama dua bulan, 12 dari 36 pasien Covid-19 membawa mutasi, tetapi tidak ada dari mereka yang baru-baru ini bepergian ke luar negeri atau melaporkan kontak dengan orang yang mengalaminya.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan ia akan memperluas langkah-langkah darurat yang diperlukan untuk menahan gelombang baru infeksi Covid-19 di tengah kekhawatiran penyebaran mutasi virus.

AYO BACA :Subsidi Listrik 2022 Sampai Rp61,6 Triliun, Bisa Keruk APBN

"Semua kemungkinan sedang dipertimbangkan. Tidak masalah secara spesifik di mana, kami akan bertindak tanpa ragu jika diperlukan," kata dia.

Diketahui, varian Covid-19 telah muncul di seluruh dunia sejak tahun lalu.  Jepang saat ini bergulat dengan gelombang baru infeksi Covid-19, tren yang mengkhawatirkan menjelang Olimpiade Tokyo musim panas yang direncanakan pada Juli 2021.

Lalu, 355 infeksi baru dilaporkan di Tokyo, meskipun itu masih jauh di bawah puncak lebih dari 2.500 kasus pada bulan Januari.  Sebanyak 594 kasus penyakit  Covid-19 baru dilaporkan di prefektur Osaka, sehari setelah rekor 666 kasus dikonfirmasi. Meskipun vaksinasi skala besar untuk populasi umum belum dimulai, para ahli kesehatan sangat khawatir tentang penyebaran strain mutan.

AYO BACA :Temuan Kasus Pertama Corona E484K, Terdeteksi di Jakarta