dsc_1225.jpg
Produksi kolang-kaling membutuhkan proses panjang. (AYOSEMARANG.COM/ Audrian Firhannusa)

MIJEN, AYOSEMARANG.COM - Kehadiran kolang-kaling di bulan ramadan seakan tidak pernah absen. Hampir setiap berbuka puasa bisa dikatakan selalu hadir di meja makan. Biasanya kolang-kaling disajikan bersama kolak.

Mendapatkan kolang-kaling memang tidak susah. Namun dibalik itu semua, produksi kolang-kaling cukup menempuh proses yang panjang.

Royan, salah seorang pembuat kolang-kaling di Kampung Kokolaka Jatisari, Mijen, Kota Semarang, membeberkan bagaimana membuat kolang-kaling. 

Kata Royan, tahap pertama yang harus dilakukan adalah memisahkan buah aren dari tangkainya. Buah aren ini merupakan bahan baku utama kolang-kaling.

AYO BACA :Kokolaka, Kampung Produksi Kolang-Kaling yang Geliatnya Sudah Lesu

“Buah aren yang setengah matang. Biasanya warna kulitnya masih hijau. Setelah buah aren dipisahkan, akan dimasukan ke dalam sebuah wadah yang berisi rebusan air,” jelas Royan pada Selasa, 27 April 2021.

Tahap perebusan buah aren itu, menurut Royan, berguna untuk menghilangkan getah sehingga tidak menyebabkan gatal-gatal saat dikupas nanti. Proses perebusan bisa memakan waktu 1 sampai 2 jam. Tergantung kondisi dari buah aren yang ada.

Setelah melewati 1 atau 2 jam, aren yang akan tampak kehitam-hitaman kemudian diangkat. Buah aren ini tidak bisa langsung dikupas. Harus menunggu suhu panasnya mereda.

“Setelah itu dikupas. Bisa menggunakan pisau atau sendok,” papar Royan.

AYO BACA :Resep dan Cara Mudah Membuat Ketupat Lebaran

Cara mengupasnya cukup mudah yakni dengan membelah buah aren menjadi dua bagian hingga terlihat isinya. Setelah terlihat, buah aren bisa diambil dengan menggunakan sendok.

Isi buah aren berwarna putih tadi kemudian ditumbuk dengan menggunakan sebuah palu atau pemukul. Tujuannya agar bentuknya lebih pipih dan melebar. Setelahnya, biji aren direndam di dalam air kapur agar lebih kenyal.

“Perendamannya selama dua hari bahkan bisa sampai tiga hari,” tambahnya.

Setelah berselang dua sampai tiga hari, warna buah aren berubah menjadi lebih bening. Buah aren yang sudah bening ini sudah bisa disebut dengan kolang-kaling.

Sebelum diedarkan, kolang-kaling biasanya terus direndam untuk menjaga kesegaran. Hal ini dilakukan agar mutunya terus terjaga saat dibeli oleh pelanggan.

Setelah dua atau tiga hari, biasanya warna isi buah aren berubah menjadi lebih bening. Buah aren ini sudah bisa disebut sebagai kolang-kaling yang bisa kita olah menjadi campuran makanan atau minuman di bulan Ramadan.

Sebelum dipasarkan, kolang-kaling ini biasanya terus direndam demi menjaga kesegarannya. Hal ini juga menjamin mutu kolang-kaling saat dibeli pelanggan.

AYO BACA :Rekomendasi Menu Favorit Jika Berkunjung ke Angkringan Kampung Jawi di Bulan Ramadan