jasa_penukaran_uang.jpg
Jasa Penukar Uang di Jalan Pahlawan akan muncul secara dadakan menjelang Hari Raya Idulfitri. Meskipun dadakan jasa penukar uang ini cukup ramai, pasalnya hasil yang didapat bisa mencapai jutaan rupiah. (AYOSEMARANG.COM/ Audrian Firhannusa)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Jika mendekati Hari Raya Idulfitri di pinggir-pinggir jalan khususnya di Jalan Pahlawan Semarang selalu ramai dengan jasa penukar uang.

Mereka hadir secara dadakan untuk menyediakan uang pecahan yang banyak dibutuhkan orang ketika lebaran tiba.

Menjadi jasa penukar uang ini dinilai bisa menghasilkan ladang rezeki bagi sebagian orang. Bahkan biasa dikatakan, omzetnya bisa mencapai jutaan.

AYO BACA :Gelar Aksi Teatrikal, Jaringan Perempuan dan Anak Tuntut Anggota Komisi Informasi Jateng Dipecat karena KDRT

Hal itu dikatakan Didik Darmawan, salah seorang jasa penukar uang di Jalan Pahlawan. Menurutnya rata-rata dia bisa dapat Rp5 juta atau lebih sebagai penukar uang menjelang lebaran.

“Saya sudah dari 2009. Dapat jumlah itu (Rp 5 juta) pernah lebih tapi dua tahun terakhir agak menurun karena pandemi,” terangnya pada Selasa 4 Mei 2021.

Sistem kerja yang dilakukan oleh para penukar uang ini adalah bagi hasil. Jadi setiap penukar memiliki seorang pemodal.

AYO BACA :Kisah Suka Duka Wahyu, Kelola Kios Persewaan Buku yang Kini Sudah Meredup Kalah dari Internet

Pemodal biasanya memberikan uang sebesar Rp50 atau Rp30 juta. Para penukar harus menukarkan uang modal tadi di Bank agar bisa diedarkan di jalanan.

“Nanti hasilnya biasanya saya ambil 10%,” ujar Didik.

Dalam menukar uang, Didik menyediakan berbagai jumlah pecahan. Ada yang Rp5 ribuan sampai Rp50 ribu. Bahkan di tahun ini ada uang pecahan baru Rp75 ribu.

Setiap menukar pembeli harus membeli sekitar 10%. Misal akan menukar Rp100 ribu makan tarif yang dibayarkan sejumlah Rp110 ribu.

Penukar lain yaitu Hartini juga mengungkapkan jika omzet yang dia dapat dari menjadi jasa penukar uang ini cukup lumayan. Bahkan ada tahun-tahun tertentu yang hasilnya bisa buat dia beli motor bekas.

“Tapi hasilnya seberapa hasilnya juga untung-untungan. Nasib. Soalnya pelanggannya kan tidak pasti,” ujarnya.

AYO BACA :Persewaan Buku di Semarang Sepi Peminat, Pemilik Pilih Jual Koleksi Buku