169278504_155378203132806_114694101996319137_n.jpg
Kuliner Bipang Ambawang menjadi perbincangan setelah disebut dalam pidato Presiden Jokowi bertema mudik lebaran (instagram/bipangambawang)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM – Banyak warganet tiba-tiba membicarakan Bipang Ambawang usai disebut Presiden Jokowi dalam pidatonya.

Secara umum, Bipang Ambawang ini cukup terkenal di Kalimantan, khususnya Pontianak sehingga selalu ramai dikunjungi pembeli.

Namun, seperti apakah Bipang Ambawang tersebut hingga menjadi kontroversi dalam pidato Presiden Jokowi bertema mudik lebaran tersebut?

Dilansir suara.com (jaringan AyoSemarang.com) Bipang Ambawang adalah babi kampung muda berusia 3 sampai 5 bulan yang dipanggang.

AYO BACA :Resep Manisan Kolang-kaling, Mudah Dibuat dan Nikmat

Babi panggang ini memiliki kulit yang garing, lemak yang tipis dan daging yang lembut.

Bipang Ambawang dipanggang dengan arang yang membara. Sebelum dipanggang, berat babi per ekor berkisar 10 sampai 20 kilogram.

Bumbu yang digunakan pun spesial karena diracik khusus oleh Bipang Ambawang.

Seperti yang dikatakan presiden Joko Widodo, Bipang Ambawang ini dapat dipesan secara daring.

AYO BACA :Sebelum Disajikan di Meja Makan, Kolang-kaling Menempuh Proses Panjang

Bipang Ambawang ini dapat dikirim ke seluruh kota di Indonesia melalui jasa ekspedisi.

Adapun ucapan Presiden Jokowi yang menyebut Bipang dalam daftar kuliner lebaran adalah sebagai berikut:

Untuk bapak ibu dan saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya tinggal pesan, dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah, ujar Presiden Joko Widodo.

Banyak warganet bingung terkait promosi makanan Bipang Ambawang dalam pidato Presiden Jokowi bertema mudik lebaran.

Hal tersebut dikarenakan umat islam diharamkan untuk mengkonsumsi babi.

AYO BACA :Rekomendasi Menu Favorit Jika Berkunjung ke Angkringan Kampung Jawi di Bulan Ramadan