kendal-percontohan-industrialisasi-indonesia.jpg
Fokus Group Discussion (FGD) Industrialisasi di Kabupaten Kendal, Kamis 10 Juni 2021 di ruang Abdi Praja Pemkab Kendal. (edi prayitno/ kontributor kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kendal ini sudah di atas 30%, sehingga  blisa dikatakan bahwa Kendal ini kabupaten jadi percontohan di Indonesia yang sudah berindustrialisasi.

"Ini banyak tidak diketahui publik. Ini suatu prestasi besar yang harus dikembangkan," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI, Taufiek Bawazier, saat jadi narasumber Fokus Group Discussion (FGD) Industrialisasi di ruang Abdi Praja Pemkab Kendal, Kamis 10 Juni 2021.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto hadir sekaligus menjadi saksi penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) PT Terryham Proplas Indonesia dengan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Taufiek Bawazier mengungkapkan, bahwa pada dasarnya industrial policy adalah state (negara) yaitu didukung oleh kekuatan politik dan negara. Senada dengan pernyataan Komandan Kodim Kendal, bahwa kemakmuran didukung dari kekuatan ekonomi. Sedangkan kekuatan ekonomi muncul dari produksi. Adapun produksi sendiri datangnya dari kekuatan ilmu dan pengetahuan (Iptek) yang dihadirkan oleh para profesor.

AYO BACA :Produk UMKM akan Ditampung di RTH Kawasan Industri Kendal

"Syaratnya Iptek itu dibangun dengan kultur pendidikan yang baik. Itulah siklus kemakmuran yang bisa dihasilkan dari Kendal ini secara bertahap untuk membangun itu semua, mulai dari potensi ekonominya. Industri besarnya sudah dibangun dan  industri kecil tinggal di maping," ungkapnya.

Taufiek Bawazier menyatakan, dengan melihat sejarah, tahun 1835, di Kendal sudah terdapat beberapa pabrik gula yang ada di beberapa wilayah, yakni Cepiring, Kaliwungu dan Gemuh dan terbanyak di Jawa Tengah. Ini menunjukan saat itu negara Belanda (Holland) saat itu sudah melihat Kendal sebagai tempat yang sudah bisa memproduksi dan menghasilkan gula nomor dua di dunia. Potensi yang berkembang pesat pada zaman itu adalah dalam bidang agriculture.

"Agriculture tidak akan maju kalau mesin-mesin dan teknologinya tidak dibangun. Saat itu konsep indiustrinya dibangun pertahanan.Pabrik mesin uap juga di bangun di Jawa saat itu. Maka ada transmisi industrialisasi. Pelajaran ini yang harus kita transfer. Saat itu Belanda membangun mesin-mesin tidak hanya kebutuhan pabrik gula, dan pabri karet bahkan pabrik lainya lainya," terangnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan, bahwa sebagai mana visi misinya adalah Kendal yang handal dan makmur. Misi yang akan dicapai adalah menjadikan Kendal sebagai pusat industri dan pariwisata Jawa Tengah yang mandiri, berprestasi, berdaya saing dan berketahanan lingkungan dengan  mendorong pertumbuhan fasilitisai dan perlindungan terhadap pelaku ekonomi industri kreatif dan UMKM lokal.

AYO BACA :Delta-XE, Motor Listrik Begaya Superbike Kecepatan Tembus 200 Kpj

"Industri juga menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi yang yang ada di Kendal. Tadi saya sydah diskusi dengan pak Dirjen, bahwa industri di Kendal punya potensi yang luar biasa," katanya.

Dico mengungkapkan, dampak dari pandemi Covid-19, tidak sedikit pelaku industri kecil dan penengah yang terdampak. Namun Pemkab Kendal terus melakukan pembenahan dengan fokus pada industri dan pariwisata serta penggerakan UMKM dan peningkatan investasi dalam memajukan perekonomian.

"Kita saat ini fokus untuk bisa mengembangkan UMKM nya, karena potensinya sangat luar biasa, dan kita meyakini UMKM ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di wabah covid ini. Diharapkan akan lahir banyak pelaku UMKM baru sehingga dapat mendongkrak ekonomi yang ada di desa-desa," ungkapnya.

Dico berharap, dengan adanya FGD dalam bidang industrialisasi ini dapat mendukung Pemerintah Kabuapten Kendal dalam memahami permasalahan, isu sera solusi yang dapat dimplementasikan bersama yang dapat menguatkan dan mendorong industri-industri Kendal untuk bangkit dan seamakin berjaya melalui kolaborasi.

"Kita kedepankan kolaborasi dengan seluruh pihak, baik pemerintah pusat, provinsi dan pihak ketiga swasta dan dari kalangan akademisi. Dengan semangat kolaborasi ini tentunya industri yang ada di Kendal ini dapat lebih baik lagi," harapnya.

AYO BACA :Industri Mikro dan Kecil di Kendal Perlu Pelatihan Standar Mutu