obat_tasik.jpg
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan bersama BNN memperlihatkan obat psikotropika yang diproduksi di 2 rumah kontrakan di Perumahan Bumi Resik Indah Kota Tasikmalaya, Sabtu, 12 Juni 2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda).

TASIKMALAYA, AYOSEMARANG.COM --Sebanyak 700 ribu butir pil berlogo YY dan LL ditemukan dari 2 rumah kontrakan yang digerebek petugas gabungan BNN dan Kepolisian, di Perumahan Bumi Resik Indah Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Sabtu 12 Juni 2021.

Petugas juga menemukan barang bukti lainnya berupa serbuk putih dan cairan alkohol yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat terlarang tersebut.

Selain itu, dari rumah kontrakan yang berada di Blok A nomor 3 dan A nomor 5 tersebut, ditemukan juga mesin pencetak obat, mesin open, dan beberapa karung bahan baku seperti lakstosa, glocel, dan cairan alkohol 70%.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan mengatakan,  mesin pencetak obat yang ditemukan di dalam kamar mampu memproduksi 200 ribu butir dalam kurun waktu 4 hari. Artinya dalam sehari obat terlarang yang diproduksi sekitar 50 ribu butir.

"Yang kita temukan itu sekitar 700 ribu butir. Obat-obat terlarang diedarkan ke Jakarta, Bandung, dan Surabaya," ujar Doni, saat meliris hasil penggerebekan di tkp, Sabtu, 12 Juni 2021.

AYO BACA :Tak Miliki IMB, Rumah Mewah di Menteng Disegel

Ada 6 terangka dalam bisnis pembuatan obat terlarang tersebut mulai dari pemilik, peracik, pencetak, kurir, hingga pembelinya.

Ke-6 tersangka tersebut masing-masing berinisial YA sebagai pemilik, AS sebagai kurir, ABP, IS, SU sebagai peracik dan pencetak, dan SO sebagai pembelinya.

AYO BACA :Gerebek Dua Rumah di Tasikmalaya, Polisi – BNN Temukan 700 Ribu Butir Obat Terlarang

"Pembelinya kita amankan di Bandung," ucapnya.

Ia mengatakan, dari keterangan tersanga YA, obat yang termasuk golongan psikotropika tersebut tidak diedarkan di Tasikmalaya. Peredaran obat tersebut dilakukan melalui jasa ekspedisi ke wilayah Bandung,Jakarta, dan Surabaya. Obat tersebut dijual seharga Rp10 ribu per butir.

"Bahan bakunya didatangkan dari Cilacap. Obat ini merupakan obat keras karena memang salah satu campurannya alkohol 70%. Jika dikonsumsi akan menyebabkan pusing," kata dia.

Doni menambahkan, untuk pengembangan kasusnya lebih lanjut, semua tersangka dan barang bukti akan dilimpahkan ke Polda Jabar.

Diberitakan sebelumnya, 2 rumah kontrakan di Perumahan Bumi Resik Indah Blok A 3 dan A5, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya yang diduga dijadikan tempat produksi narkoba jenis pil digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Sabtu, 12 Juni 2021.

Pantauan Ayotasik.com, jaringan Ayosemarang, di lokasi penggerebekan, sejumlah petugas berpakaian preman berada di dalam dan luar rumah bercat hijau yang jaraknya sekira 10 meter dari pos satpam gerbang masuk perumahan.

Menurut ketua RT 01 perumahan Bumi Resik Indah, Apeng (56) sekira pukul 07.00 WIB dirinya diberitahu tetangganya bahwa ada penggerebakan rumah di lingkungan oleh petugas dari BNN. Ia kemudian langsung ke lokasi dan ternyata benar sudah banyak petugas berpakaian preman dan diantaranya memakai rompi bertuliskan BNN.

"Rumah yang digerebek itu rumahnya Pak Adit. Ia mengontrak 2 rumah milik pak Arif Budiman dan bu Mega. Tadi saya diajak masuk ke dalam rumah dan diperlihatkan ada mesin di kamar yang katanya mesin percetakan. Ada juga serbuk seperti tepung yang katanya bahan baku," ujar Apeng.

Ia menuturkan, petugas juga memperlihatkan 2 kantong bening berisi obat-obatan berwarna putih. Dirinya merasa kaget lantaran tidak menyangka jika selama 2 tahun ini 2 rumah yang dikontrak pasangan suami istri asal Cibeureum tersebut diduga dijadikan pabrik pembuatan narkoba jenis obat.

"Terus terang kaget pak. Saya gak nyangka. Padahal suami istri itu baik dan bergaul dengan masyarakat," ucapnya. (Heru Rukanda)

AYO BACA :Kabar Baik! Dua Ekor Satwa Langka Badak Jawa Lahir di Ujung Kulon