19edemak.jpg
Dinas Perumahan dan Pemukiman (Dinperkim) mendorong peran aktif masyarakat Desa Sedo, Kecamatan Demak untuk bersama-sama mensukseskan program bantuan RTLH tahun 2021 dari Dana Alokasi Khusus (DAK).(dok)


DEMAK, AYOSEMARANG.COM - Menargetkan Kabupaten Demak menjadi daerah yang bebas dari Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Dinperkim) mendorong peran aktif masyarakat Desa Sedo, Kecamatan Demak untuk bersama-sama mensukseskan program bantuan RTLH tahun 2021 dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Salah satu cara mencapai kesuksesan program RTLH tersebut yakni dengan dibentuknya Kelompok Masyarakat (Pokmas) oleh Desa yang berstruktur Ketua, Sekertaris, Bendahara, dan anggota calon penerima RTLH. 

Pokmas nantinya merapatkan apa saja kebutuhan material calon penerima RTLH dan toko bangunan mana yang akan dipilih sebagai supplier. Hal itu dilakukan mengingat dana untuk material nantinya akan langsung ditransfer oleh Bank ke toko bangunan yang dipilih.

AYO BACA :Wujudkan Rumah Layak Huni, Dinperkim Demak Arahkan Desa Kedondong Bentuk Pokmas Jumat, 18 Juni 2021 Adib Auliawan Herlambang

Dengan adanya Pokmas, program ini sekaligus meningkatkan gotong royong masyarakat dalam membangun rumah layak huni. Bantuan itu juga sangat efektif untuk meningkatan kesehatan lingkungan perumahan yang layak huni, berkualitas, terjangkau, dan juga mengembangkan pemukiman yang sehat dan produktif.

Kepala Seksi Perumahan Dinperkim Demak, Parsudi menuturkan, Pemkab Demak menginginkan agar rumah tidak layak huni bisa berkurang dan ke depan Kota Wali bebas dari RTLH. Program bedah rumah juga merupakan salah satu wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat mewujudkan hunian layak. 

"Dana bantuan senilai Rp 20 juta per unit rumah untuk calon penerima RTLH dari Kementerian Keuangan, diharapkan program bedah rumah ini menjadi salah satu penyemangat masyarakat agar bisa menghuni rumah yang layak," jelasnya.

AYO BACA :20 Penerima RTLH 2021 Kadilangu Demak Ikuti Sosialisasi Dinperkim

Menurut Parsudi, syarat bedah rumah itu yang pertama adalah rumah harus milik sendiri, tanah hak milik pribadi, dan hanya memiliki satu rumah. Nantinya yang menerima bantuan RTLH itu harus membangun atau merahab rumahnya agar layak huni. 

Diharapkan juga ada swadaya masyarakat sehingga bantuan itu mampu sebagai penopang berdirinya rumah layak huni.

 "Dana bantuan RTLH itu nantinya akan diterima kepada calon penerima dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 10 juta dengan pembagian Rp 8.750.000, digunakan untuk material dan Rp 1.250.000 ribu akan diterima langsung untuk membayar tukang bangunan, tahap kedua sama seperti yang pertama," paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sedo, Nanik Suryani menuturkan, pihaknya turut mensupport program bantuan untuk calon penerima RTLH tahun 2021. Harapannya untuk para calon yang nantinya menerima bantuan itu bisa menggunakan dana semaksimal mungkin agar rumahnya layak huni.

"Tentunya kami sangat berterimakasih kepada Pemkab yang telah memperhatikan warga Desa kami. Rumah menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat, jadi kalo rumah sudah layak saya kira masyarakat pun akan sehat dan terhindar dari berbagai masalah," pungkasnya. (Adv/Zaidi)

AYO BACA :Jokowi: Tol Semarang-Demak Solusi Kemacetan dan Pengendalian Banjir