anak-mendatangkan-rezeki.jpg
Reni Asih Widiyastuti, working mom dan penulis asal Semarang. (dok)

AYOSEMARANG.COM -- "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar." (Q.S Al-Isra: 31)

Memiliki anak adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Namun, terkadang hal itu menjadi suatu ketakutan tersendiri. Misalnya karena keterbatasan ekonomi, suatu pasangan tidak ingin mengambil risiko dengan memiliki banyak anak. Padahal, setiap anak yang dititipkan oleh Allah swt mendatangkan rezeki masing-masing.

Saya salah satu yang telah mendapatkan bukti nyata itu. Awal tahun 2020 lalu, saya kembali diberi amanah oleh Allah, yaitu hamil untuk kali kedua. Waktu itu, sebenarnya saya belum ada rencana untuk hamil lagi dalam waktu dekat. Namun, Allah sudah menghendaki. Saat pertama kali mengetahui, saya langsung mengabari suami saya yang sedang bekerja. Kami berdua mengucap syukur atas karunia tersebut.

Tapi kabar gembira itu justru mengundang sedikit kecewa di hati orang tua saya.

“Mbok nanti, tunggu anakmu umur lima tahun, pas masuk sekolah, pas juga utangmu di kantor lunas,” kata Ibu.

Saya hanya terdiam sambil berpikir, apa salah kalau saya hamil lagi? Kok kayaknya fatal sekali? Namun, saya percaya pasti ada alasan indah jika Allah sudah berkehendak memberi anugerah itu pada saya.

Hari berganti bulan, kehamilan saya semakin membesar. Omongan orang tua beberapa kali masih terkesan menyudutkan dan menyalahkan saya. Dalam keadaan itu, selepas salat, saya memohon pada-Nya:
“Ya, Allah, semoga anak yang kukandung ini tidak merepotkan dan mengalirkan rezeki saat lahir nanti. Aamiin.”

Hari yang saya nantikan tiba. Saya merasakan kontraksi pada tanggal 7 Oktober 2020 dan anak saya lahir keesokan harinya pada tanggal 8 Oktober 2020, pukul 03.00 WIB. Setelah kelahiran itu, anak saya relatif tidak rewel. Saya pun langsung bisa memberinya ASI.

Anak saya tumbuh dengan sehat dan perkembangannya sangat pesat. Sejak kehadiran anak kedua saya itulah, rezeki lain datang dengan berturut-turut. Selain sebagai ibu pekerja, saya memang menekuni dunia tulis-menulis. Lewat itulah, alhamdulillah tulisan saya berhasil dimuat di berbagai media dan mendapatkan honorarium. Honor tersebut saya kembalikan pada anak-anak dan orang tua.

Dari pengalaman yang saya alami tersebut, semakin memperjelas bahwa janji Allah itu nyata, jika kita mensyukuri ketetapan-Nya. Apalagi soal anak, jangan sampai kita membunuhnya, karena Allah yang akan mendatangkan rezeki untuk mereka.

Penulis: Reni Asih Widiyastuti/penulis asal Semarang. 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.