tanasurga.jpg
Suasana asri Tanasurga Restoran organik di Kota Salatiga. Berbagai menu yang disajikan Tanasurga berbahan dasar organik, sehingga aman untuk kesehatan. (Ayosemarang/Budi Cahyono)

SALATIGA, AYOSEMARANG.COM – Membayangkan masakan dari berbahan dasar organik, sebagian orang akan mengernyitkan dahi. Tidak banyak orang yang menyukai masakan atau olahan makanan berbahan organik.

Istilah “organik” mengacu pada proses produksi suatu bahan makanan. Sementara itu, makanan organik adalah makanan yang diproduksi dan diproses secara konvensional (tradisional).

Namun, tren konsumsi makanan organik tampaknya semakin banyak digandrungi masyarakat saat ini. Bahan makanan ini kabarnya lebih menyehatkan ketimbang makanan biasa.

Dengan adanya klaim ini, tidak heran bila makanan berlabel organik dibanderol dengan harga yang lebih mahal. Jika Anda penggila makanan yang diolah secara organik, tidak perlu jauh-jauh.

Di Kota Salatiga ada salah satu restoran yang menyediakan serta menyajikan makanan khas dari bahan dasar organik. Semua sayur-sayuran maupun minuman rempah diambil dari bahan organik.

Restoran tersebut bernama Tanasurga, yang berlokasi di Jalan Sidomulyo RT 01 RW 08, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Lokasinya sangat mudah dijangkau karena jalanan menuju Tanasurga bisa dilewati mobil dan tidak jauh dari Kota Salatiga yang memiliki suasana kota nan sejuk.

Suasana yang menyejukkan sangat cocok untuk berkunjung bersama sanak keluarga. Di Tanasurga, tempat duduk pun diatur sesuai jaga jarak. Namun, selama pemberlakuan PPKM Tahap XII Kota Salatiga Tanasurga hanya melayani take away saja.

AYO BACA :Kafe Disini Kopi, Nongkrong Ditemani Deburan Ombak Pantai Sigandu

Pemilik Tanasurga, Arina menyebutkan, makanan yang disajikan di restorannya tergaransi ditanam dengan sistem organik. Artinya, sayur-sayuran yang tersaji ditanam di tanah dengan pengolahan organik, termasuk di dalamnya proses pemupukan.

“Makanan dan sayuran yang kami sajikan ke tamu, dijamin dari pengolahan organik, tidak ada pestisida dalam pembibitan maupun penanamannya,” terang Arina kepada Ayosemarang, baru-baru ini.

Arina mengemukakan, bisa dikatakan Tanasurga Restoran yang dikelolanya merupakan pionir penyajian restoran organik di Kota Salatiga.

Arina bersama suaminya, Setyo Budi mengwali pola hidup sehat dari diri sendiri. Lalu dari kebiasaan hidup sehat itu, Arina dan Setyo Budi pun memberanikan diri membuka restoran bagi pecinta organik.

“Awalnya kami berjualan infused water di lokasi kecil yang sekarang jadi dapur restoran. Distribusinya hanya mengandalkan para pegawai yang membutuhkan minuman sehat, karena itu memang kami konsumsi sendiri,” terang Setyo Budi.

Berpijak dari keinginan menularkan hal baik ke semua orang, Arina dan Setyo Budi pun akhirnya mendirikan Tanasurga Restoran yang berdiri di atas laham sekitar 1.000 meter persegi, yang dikhususkan bagi pecinta organik di Kota Salatiga dan sekitarnya.

 “Hidup sehat itu tidak mahal. Organik asumsinya mahal itu karena kebanyakan yang sudah sadar tentang kesehatan kategori usia menengah ke atas,” ucap Setyo Budi.

“Tapi kalau ditanam sendiri, sebetulnya tidak ada uang yang keluar. Kita ambil dari halaman sendiri, kita masak, kita konsumsi sendiri justru sehat, dibandingkan membeli sayuran dari pasar yang sudah terkontaminasi pestisida,” terangnya.

AYO BACA :Menikmati Suasana Industrial Cafe Berselimut Kabut di Tengah Hutan Damar di Metsa Kopi

Petik Sendiri

Arina menambahkan, Tanasurga Restoran menyajikan beragam menu seperti mi godhog khas Jawa. Bedanya, mi yang dipakai gluten free.

Arina menjelaskan, mi tersebut berbahan dasar mocaf (tepung singkong), lalu diolah denga bumbu-bumbu segar seperti daun bawang yang diambil dari kebun berlokasi di Tanasurga.

“Masakan khas Nusantara juga banyak, dari nasi goreng jawa, ayam bumbu merah, ikan dori colo-colo, nasi goreng jamur, mi goreng, serta makanan lainnya,” kata Arina.

Dia mencontohkan, saat berbincang dengan Ayosemarang, ada pelanggan yang memesan bayam untuk olahan. Tak berselang lama, asisten chef mengambil dengan memetik bayam yang tumbuh subur di sekitar Tanasurga. Pelanggan pun secara langsung bisa melihat proses masak dari memetik hingga tersaji di meja makan.

“Kami selalu berinteraksi dengan pelanggan. Bahan dasar sebelum diolah pelanggan juga tahu jika dipetik langsung dari kebun di sekitar kami dan masih segar,” tutur Arina.

Tidak hanya mi godhog, Tanasurga menyajikan bubur dari beras organik, salad dari buah-buahan atau sayuran segar, vegetables tempura, bermacam cream soup, aneka sop, beraneka dessert sepertilemon tart, perawan kenes, manuk nom, dan makanan lainnya.

Untuk minuman, di masa pandemi ini Tanasurga juga menyajikan berbagai macam rempah-rempah yang dipastikan diambil dari para petani organik.

“Ada cinnamon cafe latte,cinnamon coffee, ginger coffee, lemon grass, lemon tea, es teh pandan, ronde biru, grassy lime blue, dan minuman lainnya dengan harga bervariasi,” terangnya.

Untuk jam buka Setiap Senin-Jumat pukul 11.00-21.00 WIB. Sementara Sabtu-Minggu pukul 08.00-21.00 WIB. Namun, kata Arina, selama PPKM Tahap XII Kota Salatiga, Tanasurga hanya melayani take away mulai 24 Juni – 5 Juli 2021.

“Jam bukanya pun berubah dari Rabu-Jumat 11.00-20.00 WIB, dan Sabtu dan Minggu pukul 08.00-20.00 WIB. Untuk hari Selasa libur. Sebelum PPKM, setiap pengunjung yang datang pun juga wajib menerapkan prokes ketat,” kata Arina.

AYO BACA :Mengenal Bipang Ambawang, Kuliner yang Jadi Perbincangan Usai Disebut Jokowi