20210628_111016.jpg
Rektor UKSW dorong kembali diberlakukannya tes cepat Covid-19 (dok)

SALATIGA, AYOSEMARANG.COM -- Meningkatnya kasus Covid-19 secara global dan secara khusus di Kota Salatiga belakangan ini tentunya menjadi perhatian semua pihak.

Rektor UKSW Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Neil Semuel Rupidara mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 yang kembali signifikan menurutnya berasal dari penyebaran lintas wilayah.

“Kita tentu menaruh empati dan simpati pada lonjakan kasus positif di Indonesia dan Salatiga khususnya, namun yang perlu menjadi fokus kita saat ini adalah solusi untuk kembali menekan angka penyebarannya,” ujarnya dalam keterangan yang didapat, Selasa 29 Juni 2021.

AYO BACA :Dirut RSPAW Sebut Antusiasme Masyarakat Salatiga Ikuti Program Vaksinasi Cukup Tinggi

Dirinya menambahkan, Indonesia masih relatif lemah dalam melakukan kontrol terhadap masyarakat. Masyarakat sendiripun nampaknya mulai abai dengan protokol kesehatan. Neil menekankan pada perlunya kesadaran masyarakat untuk memiliki sikap patuh pada prokes 5 M.

Neil mendukung langkah pemerintah dan mengapresiasi kerja keras tenaga medis yang telah berjuang di garda terdepan. Pihaknya mendorong agar 3T yakni Testing (pemeriksaan dini), Tracing (pelacakan), dan Treatment (perawatan) untuk kembali digalakkan dan dilakukan lebih cepat.

“Pemerintah dapat mengaktifkan kembali mekanisme skrining awal yang beberapa waktu sudah tidak digunakan lagi yakni dengan tes cepat (rapid test) antibodi maupun GeNose. Meskipun harus mundur satu level namun langkah ini dapat membantu pemerintah dalam melakukan treatment. Kita harus bergerak lebih cepat dari Covid-19 supaya virus ini justru tidak menggulung kita,” imbuhnya.

AYO BACA :Salatiga Diusulkan Jadi Nominasi Creative City of Gastronomy ke UNESCO

Sementara itu, Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 UKSW, Pdt. Onesimus Dani menambahkan, GeNose dipilih sebagai langkah awal melakukan skrining secara cepat bagi internal UKSW. Namun menurutnya, GeNose tidak memberikan hasil final dan hanya bersifat sementara.

“Kondisi ini dipicu dengan overload-nya fasilitas test swab PCR di sejumlah puskesmas di kota Salatiga yang menyebabkan mereka menutup layanan bagi kasus-kasus baru.  Apabila nanti tumpukan antrian tes sudah menurun, maka bagi mereka yang bergejala maupun kontak erat tetap harus tes PCR,”jelasnya.

Adapun UKSW membuka layanan GeNose saat ini masih terbatas bagi sivitas akademika. Menurut Onesimus, tes dibuka setiap hari mulai pukul 10.00-12.00 WIB di Gedung A UKSW. Waktu selanjutnya akan ditentukan kemudian dengan melihat perkembangan yang ada.

Kami juga menghimbau agar masyarakat kota Salatiga untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan 5 M yakni Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Membatasi mobilitas, dan Menghindari kerumunan, katanya.

AYO BACA :Wali Kota Salatiga Sembuh Covid-19, Imbau Masyarakat Disiplin Prokes