jajanan_pasar.jpg
Jajanan pasar racikan Nur di Pasar Sampangan (ayosemarang com/Vedyana)

GAJAHMUNGKUR, AYOSEMARANG.COM-- Kudapan atau jajanan tradisional selalu punya tempat tersendiri bagi pecinta atau penikmat kuliner.

Tak hanya enak untuk dinikmati, jajanan tradisional tentu syarat makna akan sebuah perjalanan panjang budaya yang harus dijaga kelestariannya.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Melestarikan jajanan tradisional merupakan langkah estafet sebagai jembatan agar kelak generasi muda tetap mengenal dan bisa menikmati khasnya jajanan tradisional.

Jajan Pasar, merupakan sebutan untuk makanan atau jajanan tradisional Indonesia yang diperjualbelikan di pasar, biasanya pasar tradisional.

Jajanan Pasar sendiri, punya banyak sekali ragam, seperti  klepon, getuk singkong, kue lupis, cenil, kue lapis, onde-onde, putu ayu, dan masih banyak lagi.

Ayosemarang.com mencoba berburu jajanan pasar di Pasar Sampangan. Kami pun menjumpai penjual aneka jajanan pasar di lantai dasar Pasar yang beralamat di Jalan Menoreh Raya No 33, Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur tersebut.

AYO BACA :Nikmatnya Lobster Saus Nelayan, Kaya Rempah dan Murah

Di Pasar Sampangan, jajanan pasar seperti Getuk, Ketan Hitam, Cenil, Klepon, Lupis, Cetot, Kue Kacamata Pisang disajikan bersamaan di atas pincukan. 

Untuk menambah cita rasa, ditaburkan pula sedikit kelapa parut dan gula merah cair atau yang kerap disebut saus Kinca gula merah.

Biasanya, jajanan pasar dijual di pagi hari hingga siang. Cocok sekali untuk kudapan sarapan di pagi hari.

Salah satu penjual Jajan Pasar di Pasar Sampangan, Nur mengatakan, dalam membuat Jajanan Pasar, tidak dibutuhkan kemampuan khusus.

"Semua bisa membuatnya, mudah kok membuat jajanan pasar. Bahan-bahan untuk membuatnya pun banyak, gampang didapatkan," ujarnya kepada ayosemarang.com, Senin 5 Juli 2021.

Namun demikian, lantaran jajanan pasar yang dibuatnya untuk diperdagangkan, Nur mengaku harus mulai membuat sejumlah jajanan pasarnya di saat malam. Yang mana di esok paginya dia menjajakannya.

AYO BACA :Tanasurga, Pionir Resto Organik di Kota Salatiga

"Kalau saya buatnya malam mas, mulai persiapan bahan-bahannya, jadi malam semua sudah jadi, paginya di jual ke pasar," imbuhnya.

Terkait jajanan pasar khas buatannya, Klepon dan Getuk merupakan yang paling diminati. Meski dalam menjualnya, ia menyajikannya secara bersamaan dibungkus pincukan.

"Klepon sama Getuk yang paling banyak digemari. Ketan hitam juga. Kadang pembeli cuman beli Klepon sekian ribu lalu di kasih parutan kelapa dan Kinca. Getuk juga gitu. Makanya saya stok agak banyak dari jajanan lainnya," katanya.

Klepon, lanjutnya, berbahan dasar tepung ketan, diolah menjadi adonan yang kalis dengan air santan. Setelah kalis, adonan dibentuk bulat, yang di dalamnya di masukkan cacahan gula merah. Kukus dengan air mendidih hingga matang.

"Mungkin karena manis, terus di dalamnya ada gula merahnya, saat dimakan seperti meledak di mulut, makanya banyak yang suka klepon," imbuhnya.

Untuk Getuk, jajanan berbahan dasar singkong ini sendiri juga tidak sulit dalam membuatnya. Kukus singkong hingga empuk, dan ditumbuk halus. Bisa ditambah gula agar rasanya manis, takarannya sesuai selera.

"Kalau sehari nggak mesti sih mas bisa menjual berapa bungkus. Kalau habis ya pulang, gitu aja. Kalau kira-kira ya kurang lebih 30an bungkus lah rata-rata. Saya jual sebungkus jajanan pasar komplit murah meriah, cuman Rp4 ribu saja," terangnya.

AYO BACA :Menikmati Suasana Industrial Cafe Berselimut Kabut di Tengah Hutan Damar di Metsa Kopi