jajan_pasar3.jpg
Jajanan pasar racikan Nur di Pasar Sampangan (ayosemarang com/Vedyana)

GAJAHMUNGKUR, AYOSEMARANG.COM -- Meski saat ini banyak aneka macam kuliner kekinian, keberadaan jajanan tradisional masih terus eksis hingga sekarang. 

Jajan pasar, merupakan jajanan tradisional yang masih banyak ditemui di pasar tradisional. Tak hanya digemari generasi old, ternyata jajan pasar juga mampu memikat generasi milenial.

"Anak muda masih banyak yang beli mas. Jadi nggak hanya bapak-bapak sama ibu-ibu aja penikmatnya," ujar Nur, salah satu penjual jajan pasar di Pasar Sampangan kepada ayosemarang.com, Senin 5 Juli 2021.

AYO BACA :Jajan Pasar, Kudapan Tradisional yang Nikmat dan Menggoda

Nur menambahkan, jajan pasar yang dijualnya beraneka ragam, mulai klepon, getuk singkong, kue lupis, cenil, kue lapis, onde-onde, putu ayu, dan masih banyak lagi.

Tak hanya itu, dirinya juga menjual aneka kudapan nasi dan gendar pecel. Meski memiliki tampilan sederhana, dengan hanya dibungkus kertas bungkus, nyatanya jajanan pasar jualannya, masih banyak diburu pecinta kuliner.

"Kalau Jajan Pasarnya saya jual satu bungkusnya Rp4 ribu mas. Isinya ada klepon, getuk singkong, kue lupis, cenil, cetot, ketan hitam, kue kacamata pisang, bihun warna, ditabur parutan kelapa dan siraman sedikit kinca gula merah," imbuhnya.

AYO BACA :Nikmatnya Lobster Saus Nelayan, Kaya Rempah dan Murah

Setiap harinya, Nur mengaku mulai berjualan di Pasar Sampangan lantai dasar pagi hari hingga dagangannya habis di siang hari. Dalam sehari, rata-rata ia mamou menjual hingga 30 bungkus.

"Namanya juga jualan mas, jadi nggak mesti hari ini dapat berapa. Pokoknya jualan sampai habis, dah gitu aja. Kalau menyiapkan semuanya dari malam mas. Istirahatnya nanti kalau sudah pulang dari pasar," katanya.

Terkait jajanan pasar khas buatannya, Klepon dan Getuk merupakan yang paling diminati. Meski dalam menjualnya, ia menyajikannya secara bersamaan dibungkus daun pisang.

"Klepon sama getuk yang paling banyak digemari. Ketan hitam juga. Kadang pembeli cuman beli Klepon sekian ribu lalu di kasih parutan kelapa dan kinca. Getuk juga gitu. Makanya saya stok agak banyak dari jajanan lainnya," ucapnya.

AYO BACA :Tanasurga, Pionir Resto Organik di Kota Salatiga