isolasi_salatiga.jpg
Satgas Covid-19 Salatiga tengah menyiapkan ruang isolasi terpusat di eks Gedung Mega Rubber.(dok)

SALATIGA, AYOSEMARANG.COM -- Satgas Covid-19 Kota Salatiga tengah menyiapkan tambahan tempat isolasi terpusat di gedung eks pabrik Mega Rubber. Adapun nantinya, lokasi tersebut mampu menampung kurang lebih 300 pasien covid-19.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, langkah tersebut sebagai antisipasi lonjakan kasus positif covid-19 di Salatiga yang harus menjalani isolasi mandiri.

"Saat ini gedung eks pabrik Mega Rubber sedang dalam penyiapan, tapi minggu ini sudah selesai dan bisa digunakan," ujarnya Wali Kota Salatiga dalam keterangan yang didapat, Rabu 7 Juli 2021.

AYO BACA :Gerakan di Rumah Saja dan PPKM Darurat Bisa Turunkan Angka Penyebaran Covid-19 di Salatiga

Yuliyanto menambahkan, penerapan PPKM Darurat dan Gerakan Salatiga di Rumah Saja saat ini berdampak pada adanya penurunan kasus baru Covid-19 secara signifikan.

"Pembatasan kegiatan saya lihat cukup bisa mengendalikan penularan. Tapi kita antisipasi dengan menyiapkan ruang isolasi terpusat baru, jika memang ada lonjakan, kita sudah siap," imbuhnya.

Pihaknya pun mengaku akan melakukan evaluasi terkait gerakan Salatiga di rumah saja. Menurutnya, persoalan lain seperti dampak ekonomi menjadi perhatiannya.

AYO BACA :Jelang PPKM Darurat, Wali Kota Salatiga Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas

"Kalau memang berdampak baik untuk mengurangi penyebaran Covid-19, tentu bisa dilanjutkan. Tapi kita juga harus memikirkan dampak ekonomi, bagaimana usaha masyarakat tetap berjalan," ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat mengatakan pihaknya saat ini membentuk Satgas Tabung Oksigen untuk memenuhi kebutuhan stok oksigen bagi perawatan pasien Covid-19.

"Satgas Tabung Oksigen sudah mulai gerak. Tugasnya melakukan pengecekan ketersediaan dan memastikan tidak ada penimbunan atau pembelian di luar kewajaran di luar pihak RS," tegasnya.

Jika ada penimbunan atau penjualan tabung oksigen di luar kewajaran, pihaknya mengancam akan dijerat pasal hukum.

"Kita tidak main-main dalam kondisi saat ini. Keselamatan rakyat adalah segalanya," tambahnya.

AYO BACA :Dirut RSPAW Sebut Antusiasme Masyarakat Salatiga Ikuti Program Vaksinasi Cukup Tinggi