makam-covid-19-salatiga.jpeg
Ilustrasi, pemakaman di wilayah Ngemplak, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, tersisa 40 petak. (dok)

SALATIGA, AYOSEMARANG.COM -- Lahan permakaman khusus jenazah pasien Covid-19 di Salatiga menipis. Bahkan, pemakaman di wilayah Ngemplak, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, tersisa 40 petak.

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto mengaku, tengah menyiapkan lahan permakaman baru untuk mengantisipasi lonjakan kasus kematian akibat Covid-19.

“Jika jumlah pasien Covid-19 yang meninggal per harinya masih sama dengan pekan-pekan terakhir ini, maka bisa dipastikan Makam Ngemplak akan penuh. Oleh karenanya, Pemkot Salatiga menyediakan lokaasi permakaman cadangan dengan kapasitas 200 petak lebih,” ujar Yuliyanto, dikutip dari Solopos.com, Kamis 8 Juli 2021.

AYO BACA :Antisipasi Lonjakan Covid-19, Salatiga Siapkan Tambahan Ruang Isolasi Terpusat

Menurut Yuliyanto, kematian Covid-19 di Salatiga dalam beberapa pekan terakhir meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, pada 7 Juli 2021 ada penambahan dua kasus kematian akibat Covid-19. Dengan demikian, total kasus kematian akibat Covid-19 di Salatiga saat ini mencapai 166 orang.

Yuliyanto menambahkan saat ini masyarakat di Salatiga sudah mau menerima warga yang meninggal akibat Covid-19.

“Meski demikian, kita tetap mengupayakan menambah lahan permakaman, khususnya bagi warga perumahan yang tidak memiliki tempat pemakaman umum,” imbuh Yuliyanto.

AYO BACA :Mobilitas Masyarakat Kota Tegal Tertinggi di Jateng, Penutupan Jalan Ditambah

Selain akan menyediakan lahan pemakaman baru, Yuliyanto juga menjamin ketersediaan oksigen bagi pasien Covid-19. Kendati kebutuhan oksigen di Salatiga terus melonjak dan terjadi antrean pembeli seperti daerah-daerah lain.

Senada juga disampaikan Kapolres Salatiga, AKBP Rahmad Hidayat, yang memastikan ketersediaan oksigen di Salatiga masih aman.

“Kita ada satgas khusus untuk penyediaan oksigen. Apabila ada kelangkaan bisa komunikasi dengan daerah lain, begitu juga sebaliknya. Fenomena ini terjadi di seluruh Indonesia, tapi kita punya strategi dalam mengupayakan ketercukupan oksigen di rumah sakit,” tutur Rahmad.

 

AYO BACA :Jelang PPKM Darurat, Wali Kota Salatiga Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas