program-sekolah-penggerak.jpeg
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melakukan tinjauan ke sejumlah sekolah di Kota Salatiga, Rabu 17 Maret 2021. (dok)

AYOSEMARANG.COM -- Target sekolah penggerak yang akan dicapai pada tahun ajaran 2021/2022 adalah 2.500 sekolah yang tersebar di 111 kab/kota pada 34 provinsi. Pendaftaran Program Sekolah Penggerak dimulai dari pendaftaran Kepala Sekolah dan Pelatih Ahli.

Pendaftaran di daerah penyelenggara Program Sekolah Penggerak 2021 dibuka untuk Kepala Sekolah dan pelatih ahli semua jenjang mulai dari PAUD (5-6 tahun), SD, SMP, SMA, dan SLB. 

Banyaknya pendaftar dari kepala sekolah melalui program sekolah penggerak, membuktikan bahwa penyebaran covid 19 bukanlah sesuatu yang menjadi halangan. Sekolah penggerak diprediksi menjadi salah satu usaha meningkatkan mutu suatu sekolah. 

Mendefinisikan sebuah mutu sebuah sekolah bukanlah hal yang mudah. Masyarakat seringkali mengidentikkan mutu sekolah dengan hasil pencapaian nilai suatu ujian nasional. Terlepas apa dan bagaimana proses yang terjadi di sekolah tersebut, yang penting rata – rata nilai UN tinggi, maka sekolah tersebut disebut dengan sekolah favorit.

Pelabelan favorit memang masyarakat yang menyematkan. Rata – rata UN menjadi alat ukur utama selama bertahun – tahun. Padahal output dari rata – rata UN sangat dipengaruhi oleh input yang ada di sekolah tersebut serta dukungan sarana prasarana.

Karena penilaian masyarakat melihat pada hasil akhir, akhirnya sekolah terjebak dengan tuntutan nilai akhir dengan mengesampingkan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa hanya dijejali dengan aneka rumus dan bank soal. 

Merdeka belajar merupakan salah satu moto Mendikbud saat ini. Salah satu implementasi merdeka belajar yaitu telah diluncurkan guru penggerak. Setelah sekian tahap proses seleksi berjalan, ternyata tidak cukup guru saja yang melakukan perubahan. Ekosistem sekolah perlu juga digerakkan, oleh karena itu muncullah sekolah penggerak. 

Sekolah Penggerak adalah katalis untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia. Sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Diawali dengan SDM yang unggul yaitu kepala sekolah dan guru. 

Gambaran akhir sekolah penggerak secara umum dapat dilihat dari hasil belajar yaitu di atas level yang diharapkan. Desain lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan menjadi sesuatu yang akan dicapai. Pembelajaran pun berpusat pada murid, bukan lagi pada guru. Perencanaan program dan anggaran berbasis refleksi diri. 

Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya, yaitu program kolaborasi antara Kemdikbud dengan Pemerintah Daerah di mana komitmen Pemda menjadi kunci utama Intervensi dilakukan secara holistik, mulai dari SDM sekolah, pembelajaran, perencanaan, digitalisasi, dan pendampingan Pemerintah Daerah. 

Sekolah penggerak memiliki ruang lingkup yang mencakup seluruh kondisi sekolah, tidak hanya sekolah unggulan saja, baik negeri dan swasta. Pendampingan dilakukan selama 3 tahun ajaran dan sekolah melanjutkan upaya transformasi secara mandiri Program dilakukan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Sekolah Penggerak. 

Pendampingan implementasi Sekolah Penggerak dengan penguatan SDM sekolah, yaitu penguatan kepala sekolah, pengawas sekolah, penilik, dan guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching one to one) dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbud. 

Pembelajaran dengan paradigma baru yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas. 

Perencanaan berbasis data dengan manajemen berbasis sekolah yaitu perencanaan berdasarkan refleksi diri satuan pendidikan. Digitalisasi sekolah dengan penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang disesuaikan Profil Pelajar Pancasila. 

Mampukah program – program sekolah penggerak terus terimplementasi di tengah penyebaran covid 19 yang tidak berujung? Selamat berjuang kepala sekolah penggerak.

Penulis: Tundung Memolo MSc/Pegiat Literasi Membaca dan Numerasi

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.