unnes.jpg
Mahasiswa UNNES meneliti kesuksesan kampung digital Krandegan (dok)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (UNNES) yakni Nur Saidah, Lailatul Khasanah, dan Asriyatuzzahra melakukan penelitian terkait strategi rahasia kesuksesan Kampung Digital Krandegan di Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo.

Mereka tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) yang lolos pendanaan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tahun 2021 di bawah bimbingan Siti Ridloah, S.E., M.Mgmt. 

Smart Village merupakan sebuah program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang dicanangkan oleh Bupati Purworejo pada tahun 2020 melalui penguatan UMKM dan BUMDes yang disinergikan dengan pemanfaatan kemajuan teknologi.

“Kami tertarik meneliti kunci sukses Desa Digital Krandegan karena melihat perubahan status ekonomi desa cukup pesat, pada awalnya Desa Krandegan merupakan desa miskin kemudian bertransformasi menjadi Desa Mandiri pertama di Kabupaten Purworejo melalui pengoptimalan peluang digitalisasi di masa pandemi Covid-19 ini” ujar Nur Saidah selaku ketua dari tim PKM-RSH tersebut.

Dia menambahkan, krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 memberikan dampak hampir di seluruh wilayah di Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Purworejo. Setiap wilayah dituntut harus mampu menyesuaikan aktivitas sehari-hari sesuai dengan protocol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Berawal dari hal tersebut diperlukan terobosan baru untuk menjaga kestabilan ekonomi dan menjaga keamanan masyarakat.

AYO BACA :Tahun Ini, Unika Luncurkan 5 Buku Karya Mahasiswa

Desa krandegan menjadi pelopor desa yang memanfaatkan teknologi digital dalam pelayanan terhadap masyarakat di Kabupaten Purworejo.

Nur Saidah ketua dari tim PKM-RSH juga mengatakan bahwa Desa Krandegan layak menjadi role model Smart Village yang dapat diadopsi secara nasional oleh Desa yang ada di Indonesia melalui beragam inovasi yang telah dibuatnya.

Terlepas dari adanya pandemi Covid-19, pada zaman era 4.0 ini kehidupan di masyarakat secara tidak langsung telah banyak mengalami perubahan dari aktivitas konvensional menjadi sektor digital.

Berdasarkan informasi yang di sampaikan oleh Kepala Desa Krandegan, Dwinanto S.E menyampaikan bahwa di masa pandemi seperti ini digitalisasi itu bukan sebuah pilihan akan tetapi merupakan sebuah keniscayaan atau keharusan, semua akan berubah sesuai perkembangan zaman yang lebih maju menuju desa digital.

Beragam inovasi program desa telah dilakukan dalam mendukung desa digital krandegan.

Hal itu tentunya tidak terlepas dari peran Kepala Desa Krandegan, Dwinanto S.E sebagai promotor pengggerak masyarakat, beberapa inovasi di bidang digital diantaranya inovasi di bidang teknologi informasi yakni pembentukan aplikasi toko online dengan nama tokodesaku, pembayaran online, layanan surat (Sipolgan), hingga ojek online (Ngojol).

AYO BACA :Fakultas Hukum UPGRIS Berikan Edukasi Perlindungan Hukum Perempuan dan Anak

Aplikasi tersebut merupakan karya dari BUMDes desa krandegan dimana yang saat ini menjadi BUMDes pertama yang bergerak di bidang digital untuk mendukung gerakan Smart Village.

Tantangan digitalisasi itu bukan pada pembuatan aplikasinya akan tetapi terdapat pada literasi digital masyarakat, tentang pengubahan pola pikir masyarakat dan edukasi masyarakat.

Seperti halnya di Desa Krandegan tantangan terbesar dalam mencapai desa digital itu sendiri tentang bagaimana mengajari masyarakat bertransformasi menjadi digital yang membutuhkan waktu lama sehingga impelementasi program ini membutuhkan perjuangan karena harus mengajarkan mulai dari awal kepada masyarakat terkait penggunaannya.

Dukungan masyarakat sanggat dibutuhkan dalam hal ini untuk mencapai kesuksesan semua program desa yang telah dirancang.

Dalam strategi pengenalan terhadap masyarakat, perangkat desa krandegan memanfaatkan generasi muda yang sudah melek teknologi untuk memelopori penggunaan aplikasi ini dan mulai mengajak keluarga serta memberikan penjelasan terkait fungsi dan cara penggunaannya.

Selain itu untuk menjaga kualitas dari aplikasi online Kepala Desa Krandegan Dwinanto S.E juga menjalin kerja sama dengan pihak luar seperti merekrut mahasiswa dari UNS dan UMP serta melibatkannya ketika ada projek inovasi di desa krandegan. 

Dari penelitan hasil yang telah dilakukan, tim PKM-RSH tersebut berharap dapat berguna untuk dijadikan referensi di bidang pelayan publik pemerintahan mengenai implementasi e-government dalam mendukung kesuksesan program Smart Village, serta dapat menjadi bahan referensi dan gambaran umum dalam pengelolaan desa yang berupaya melakukan transformasi digital guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

AYO BACA :Smart SMA Negeri 1 Solo Digelar Online, Tetap Seru!