wali_kota_salatiga.jpg
Wali Kota Salatiga Yulianto menerapkan Salatiga di Rumah Saja untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di kotanya. Selain itu hal itu juga untuk mengantisipasi penyebaran varian Covid-19 Delta. (Ayosemarang.com/Vedyana Ardyansah)

SALATIGA, AYOSEMARANG.COM - Kota Salatiga mulai dimasuki varian Covid-19 baru yakni jenis Delta. Informasi itu didapat dari hasil sampel beberapa pasien yang diketahui telah terpapar Covid-19 jenis Delta.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto membeberkan pengambilan sampel terhadap pasien tersebut dilakukan pada Juni 2021 lalu.

Ini hasilnya sudah keluar dan diketahui, ada jenis Delta terhadap beberapa pasien tersebut, ungkapnya, Sabtu 10 Juli 2021.

AYO BACA :Peringati HUT Bhayangkara ke-75, Polres Salatiga dan IKAMPI Gelar Baksos

Yulianto mengatakan pada Juni di Kota Salatiga sudah mengalami lonjakan kasus Covid-19. Dia berasumsi mungkin dari lonjakan itu juga varian baru virus ini muncul.

Kemungkinan juga karena jenis Delta ini sudah menyebar. Jadi harus ada antisipasi agar tidak semakin meluas dan bisa dikendalikan, kata Yuliyanto.

Sampel varian baru itu di antaranya diambil di Puskesmas Tegalrejo, Puskesmas Cebongan dan Puskesmas Sidorejo Lor. Yulianto juga mengimbau jika masyarakat harus waspada dan hati-hti, kemudian juga tidak lupa mentaati protokol kesehatan.

AYO BACA :Pemkot Salatiga Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 bagi Modin dan BKGS

Gunakan masker dobel jika beraktivitas, selalu cuci tangan, jauhi kerumunan, kurangi mobilitas. Jangan disepelekan, Delta ini lebih ganas, paparnya.

Selain berpesan protokol kesehatan, Yulianto juga menyampaikan Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang PPKM Darurat yang harus dipatuhi agar Covid-19 tidak semakin meluas. Bahkan dia juga kembali memberlakukan kebijakan “Salatiga di Rumah Saja”.

Batasi aktivitas sementara waktu. Kita juga kembali memberlakukan Salatiga di Rumah Saja pada Minggu 11 Juli 2021 agar mobilitas masyarakat berkurang, kata dia.

Sejauh ini Yulianto mengungkapkan jika Salatiga di Rumah Saja merupakan cara yang efektif untuk mengurangi kasus baru Covid-19. Buktinya selama diterapkan kasus cenderung terkendali.

Seminggu ini tidak ada penambahan kasus di atas 100. Sebelumnya di atas itu, bahkan pernah juga 200-an. Jadi kita semua harus disiplin agar ini semakin terkendali, pungkasnya.

AYO BACA :Rektor UKSW Dorong Kembali Diberlakukannya Tes Cepat Covid-19