whatsapp_image_2021-07-12_at_12.50.44.jpeg
Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, H. Sumanto, SH (dok)

AYOSEMARANG.COM - Petani, nelayan dan peternak merupakan lambang kemandirian bangsa ini, mereka telah banyak meciptakan lapangan pekerjaan. Pada sektor pertanian saja, selain petani tentu banyak orang yang dilibatkan sebut saja tukang traktor atau setelah panen ada penggilingan dan lain sebagainya.

Begitupun disektor perikanan dan perternakan, dimana mampu membuka peluang usaha bagi pedagang ikan dan daging, ataupun menggerakan perempuan untuk usaha olahan dari hasil perikanan dan peternakan. 

Lantas, ketika petani, nelayan dan peternak ini berkoperasi, maka ini menunjukan bahwa mereka telah ikut andil membantu pemeritah. Setelah mereka berkoperasi, pemerintah terbantu karena secara tidak langsung keberadaan mereka telah terorganisir dengan baik.

Tugas pemerintah selanjutnya adalah menguatkan keberadaan koperasi pangan ini, terlebih diera modern ini.

AYO BACA :Work From Home ltu Bukan Libur

Pandemi ini menambah keyakinan bagi kita semua, bahwa sumber kekuatan Jawa Tengah ini ada pada sector pertanian, perikanan dan peternakan. Sumber pangan Jawa Tengah cukup baik, kita harus berterimakasih kepada petani, nelayan dan peternak. Cara berterimakasihnya adalah dengan memastikan infrastruktur usaha bagi mereka dari hulu hingga hilir, dari pra hingga paska panen, dari pra produksi hingga paska produksi. 

Peringatan Hari Koperasi Indonesia yang ke-74 ini, mari kita maknai sebagai titik kebangkitan Jawa Tengah dalam sector pangan. Angka 7 itu “Pacul” alat produksi utama seorang petani, sedang angka 4 ini “Kursi” melambangkan ketenangan dan kesetabilan. Maka dari angka 74 ini, kita maknai bahwa dengan masih adanya petani Insyalloh Jawa Tengah akan terjamin pangannya serta maju perekonomiannya. 

Peringatan Hari Koperasi Indonesia yang ke-74 ini, bertemakan “Transformasi Digital Koperasi Menuju Bisnis Modern Yang Kuat dan Bermartabat”. Tentu kami berharap, kedepan kegiatan usaha Koperasi pangan ini bisa maksimal sehingga kesejahteraan anggotanya yang merupakan petani, nelayan dan peternak terjamin. Kehadiran pemerintah ini penting terlebih diera modern ini, sudah seharusnya kita pastikan hasil produksi koperasi pangan ini bisa terjual dengan harga yang baik.

Tentu tantangannya adalah soal kualitas hasil produksi, sehingga dalam hal ini Komisi B DPRD Jawa Tengah tengah menggagas raperda tentang peningkatan dan pengembangan balai ternak, balai perbenihan ikan, kebun benih tanaman pangan dan hortikultura.

AYO BACA :Program Sekolah Penggerak Menghadapi Tantangan Covid 19

Harapannya anggota koperasi pangan ini bisa mengakses bibit dan benih yang unggul dari setiap balai milik pemerintah provinsi. Sehingga hasil produksi koperasi pangan nantinya bisa berkualitas baik yang nantinya berpengaruh terhadap besaran nilai harga jual hasil produksi.

Keberhasilan koperasi pangan ini akan memberikan efek domino yang positif pula terhadap kegiatan UMKM di Jawa Tengah, ketersediaan bahan baku UMKM akan tepenuhi sehingga kita akan mandiri.

Capain lainnya adalah terbukanya lapangan pekerjaan, sehingga akan menurunkan angka pengangguran di Jawa Tengah.

Kami sadari bahwa dalam hal Transformasi Digital Koperasi Menuju Bisnis Modern Yang Kuat dan Bermartabat ini, perlu didorong dengan kesungguhan dukungan dari pemerintah, akademisi dan pemuda Jawa Tengah.

Karnanya mari kepada semua warga Jawa Tengah, kita majukan koperasi pangan ini, kita manfaatkan era modern ini untuk kemajuan Provinsi Jawa Tengah.

Penulis: Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, H. Sumanto, SH

AYO BACA :Solusi Menjadi Wanita Cerdas Masa Kini

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.