img-20210712-wa0011.jpg
Tahun ajaran baru 2021-2022, masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kembali digelar secara daring. (dok)

BATANG, AYOSEMARANG.COM - Akibat kasus Covid-19 yang terus melonjak, sehingga Pemerintah pun mengeluarkan kebijakan  Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pada tahun ajaran baru 2021, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kembali digelar secara daring. 

Teknologi pun menjadi topik yang disoroti para pengurus organisasi siswa intra sekolah (OSIS) SMAN 2 Batang selama MPLS Daring yang digelar 12-14 Juli 2021 tersebut.

Ketua OSIS SMAN 2 Batang Habib Khoiri mengatakan, pemanfaatan teknologi informasi merupakan upaya mengkolaborasikan antara pola edukasi dengan hiburan, agar siswa tidak mudah jenuh.

AYO BACA :Omah Tani dan Kampung Hijrah Suplai Makanan untuk Masyarakat yang Isolasi Mandiri

Para pengurus OSIS harus bekerja keras menarik perhatian adik-adik kelasnya agar tetap berpartisipasi dalam setiap kegiatan virtual.

Sebelum pandemi kegiatan MPLS itu diadakan secara offline, jadi gampang untuk mengajak siswa-siswi baru mengikuti tiap kegiatan. Berhubung sekarang serba online, para pengurus OSIS terkadang merasa kurang maksimal, karena tidak bisa bertemu langsung, kata Habib Khoiri saat ditemui di ruang komputer SMAN 2 Kabupaten Batang, Senin 12 Juli 2021.

“Kegiatannya sekarang mengharuskan siswa bisa memanfaatkan teknologi informasi, misalnya menggunakan aplikasi Tik Tok untuk setiap kegiatan seperti menyanyi, menari dan lainnya,” kata Habib Khoiri 

Di masa pandemi Covid-19, setiap kali OSIS akan mengadakan event harus berbasis teknologi informasi, perpaduan antara akademik dan non akademik.

AYO BACA :Gelar Komsos, Kodim 0736 Batang Gandeng Pemerintah Desa Jaga Imunitas Bangsa

“Di bidang akademik siswa bisa membaca puisi dan yang non akademik bisa membuat video kreasi bertema perjuangan ditengah pandemi, menggunakan aplikasi TikTok,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala SMAN 2 Batang Muhammad Kuntoaji menambahkan, selama MPLS Daring siswa-siswi baru mengikuti semua kegiatan menggunakan aplikasi Smanda Bergema, karena saat ini pemerintah masih memberlakukan PPKM Darurat.

“Tahun ini ada 286 peserta didik baru yang mengikuti MPLS Daring,” katanya.

Meskipun dalam masa PPKM Darurat, Lanjut dia, namun peserta didik baru harus mengenal dan memahami lingkungan sekolahnya, sehingga ketika Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas diperbolehkan, mereka sudah siap.

“Pengenalan yang diberikan tidak hanya kegiatan edutainment dari OSIS saja, tapi juga tentang tata cara pembelajaran, mengerjakan dan mengirimkan tugas dari guru hingga absensi setiap harinya, yang sementara ini menggunakan aplikasi Smanda Bergema,” ujar dia. 

AYO BACA :Mayoritas Perusahaan di Batang Tak Perhatikan Proteksi Kebakaran