pandemi-jadi-tantangan-tersendiri-bagi-guru.jpeg
UPGRIS menggelar webinar

SEMARANG TIMUR, AYOSEMARANG.COM -- Adanya pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi guru atau pendidik di lingkungan sekolah dalam menyampaikan ilmunya.

Melihat hal tersebut, dalam rangkaian Dies Natalis ke-40, UPGRIS kembali menggelar Webinar. Kali ini tema yang diangkat adalah "Tantangan Guru dalam Pembelajaran Abad 21". Kegiatan dilaksanakan melalui zoom dan disiarkan secara langsung di youtube UPGRIS TV.

Salah satu narasumber, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Dr H Yaswardi mengatakan, seorang guru atau pendidik, tidak boleh terjebak dalam zona nyamannya, harus terus belajar, berbagi, dan menginspirasi.

AYO BACA :Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Upaya Perguruan Tinggi Siapkan Generasi Unggul

"Guru harus memiliki 4 keterampilan belajar. Yakni Kreatif dan inovatif, guru bisa memberikan pembelajaran yang bagus dan sumbernya juga tidak boleh monoton. Reflektif, guru efektif dalam mengembangkan pembelajaran. Kolaboratif, keterlibatan guru dan murid untuk bekerjasama," ujar Yaswardi dalam keterangannya, Rabu 14 Juli 2021.

"Lalu mengoptimalkan teknologi, karakter yang utama dari pembelajaran 21 ini, di mana teknologi berperan sangat signifikan. Pembelajaran akan  berpusat pada siswa sehingga guru di sini akan bertugas menjadi fasilitator," imbuhnya.

Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi mengungkapkan, dampak covid pada pendidikan sangat luar biasa. Data dari UNICEF, 26 Agustus 2020,  463 juta anak tidak bisa mengikuti pendidikan jarak jauh. 70% atau 120 juta anak usia PAUD tidak dapat terjangkau.

AYO BACA :Kendal Bangun Jalan 600 Meter Buka Akses Desa Terisolir

"29 % atau 217 juta anak SD tidak dapat dijangkau. 24 % atau 78 juta anak SMP tidak dapat diakses. Serta 18 % atau 78 juta anak SMA tidak memiliki asset teknologi untuk mengakses pembelajaran jarak jauh," katanya.

Hal tersebut menjadi perhatiannya. Mengingat dampak pandemi di dunia pendidikan saat ini.

"Sebagian besar karena tantangan dan keterbatasan pembelajaran online untuk anak-anak, kurangnya program, pembelajaran jarak jauh untuk kategori pendidikan. Kurangnya sarana dan prasarana untuk pembelajaran jarak jauh,” katanya.

Sementara itu, Rektor UPGRIS Dr Muhdi dalam sambutanya menuturkan tahun 2021 menjadi momen yang penting dalam menapaki usia yang ke-40.

“UPGRIS terus mencipta dalam penelitian, pendidikan, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan makna bagi kehidupan. UPGRIS memiliki keunggulan dalam semua aspek. Banyak prestasi yang terus ditorehkan dari civitas akademikanya. Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tantangan pendidikan dalam kondisi pandemi agar semua isa bergotong royong. Guru mampu meghadapi perubahan abad 21 dengan baik,” katanya.

 

AYO BACA :Hadiah Dua Medali Emas dari PJKR Jadi Hadiah Dies Natalis ke-40 UPGRIS