salat_id_semarang.jpg
[ilustrasi] Masih zona merah, Kemenag Kendal mengimbau 932 masjid untuk tidak menggelar Salat Iduladha. (dok)

KENDAL,AYOSEMARANG.COM -- Kabupaten Kendal yang masih zona merah dan mendukung program PPKM darurat, Kantor Kemenag Kendal, mengimbau agar seluruh masjid yang berada di Kabupaten Kendal tidak menggelar salat Iduladha tahun 1442 H yang jatuh pada 20 Juli 2021. 

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kendal Mahrus mengatakan, masyarakat untuk melaksanakan salat Iduladha di rumahnya masing-masing. Ia mengaku, Kemenag Kendal tidak menginginkan momen Iduladha menjadi klaster baru penyebaran covid-19.

"Sesuai surat edaran menteri agama, kami melakukan himbauan peniadaan sementara salat Iduladha di masjid tahun ini. Masyarakat bisa menjalankannya berjamaah di rumah. Sosialisasi kami lakukan secara masif melalui penyuluh agama Islam ke seluruh masjid di wilayah binaannya," kata Mahrus.

AYO BACA :Pakar Sebut PPKM Darurat Jawa-Bali Perlu Dioptimalkan Lagi

Pihaknya juga menargetkan pada Hari Raya Iduladha tahun ini, 100% masjid yang berada di wilayahnya tidak menggelar salat Id.

Dijelaskan Mahrus, imbauan untuk tidak menggelar salat Iduladha di masjid bukan berarti melakukan penutupan masjid atau tempat ibadah. Imbauan diserukan untuk mencegah terjadinya klaster baru dan bersifat menyeluruh sampai ke pelosok desa.

Ia juga menyampaikan ada kewajiban bagi kepala KUA dan penyuluh agama Islam untuk melakukan pemantauan tentang persiapan hari raya dan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

AYO BACA :MUI Jateng Ajak Umat Muslim Salat Iduladha di Rumah

"Kami tidak ingin mendengar dari kegiatan kurban ini nanti muncul klaster baru, sangat tidak diinginkan," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kasi Bimas Islam Afifuddin mengatakan, sosialisasi surat edaran Menteri Agama RI yang menghimbau masjid tidak menggelar salat Iduladha pada tahun ini gencar dilakukan.

Setidaknya, dari 933 masjid di Kendal, sudah menyentuh 70 persen masjid wilayahnya.

"Kami berharap seluruh masyarakat dan pengelola masjid mematuhi aturan tersebut," ucapnya.

Menurut Afifuddin, akan menjadi ironis bila masjid pada Hari Raya Iduladha jadi sarana penyebaran covid.

"Kami pastikan edaran Menteri Agama nomor 17 ini sudah tersebar di desa-desa. Kami pantau terus, supaya terkontrol. Mudah-mudahan bisa 100 persen dan masyarakat mematuhi," katanya.

AYO BACA :Selama Penerapan PPKM Darurat, Luhut: Tidak Boleh Ada Rakyat Sampai Kelaparan!