komisi_c_kendal.jpg
Komisi C DPRD Kabupaten Kendal menggelar rapat dengan mitra kerja melalui daring Jumat 16 Juli 2021. (edi prayitno/kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal tidak ingin ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang tidak dipakai karena bisa memperlambat pembangunan daerah.

Komisi C terus mendorong eksekutif untuk mengoptimalkan anggaran yang ada, khususnya untuk pembangunan infrastruktur tahun 2022 agar tidak ada Silpa.

Komisi C mulai menggelar  rapat koordinasi bersama mitra kerja organisasi perangkat daerah (OPD) selama dua hari melalui zoom meeting.

“Rapat ini  untuk mengetahui target pembangunan yang sudah direncanakan Pemerintah Kendal pada 2022 nanti,” ujar Ketua Komisi C DPRD Kendal, Bintang Yudha Daneswara.

Komisi C DPRD Kendal tidak ingin ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) karena bisa memperlambat pembangunan daerah.

AYO BACA :GT Weleri dan Kaliwungu Dijaga Ketat, GT Pegandon Ditutup Total

"Kita ketahui bersama kegiatan di Kendal sering terlambat. Tahun ini saja beberapa (pembangunan, red) baru dimulai yang semestinya bisa dilakukan di awal tahun. Dan kami harap anggaran yang ada tidak jadi silpa," terangnya.

Bintang Yudha merinci, pada 2022 nanti, terdapat beberapa pembangunan yang bisa dimaksimalkan untuk masyarakat Kendal.

Dari segi infrastruktur jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memprioritaskan pembangunan 12 persen sisa jalan yang masih rusak. Dengan harapan, semua ruas jalan kabupaten di Kendal dalam keadaan mantap 1 tahun ke depan.

Pembangunan jalan rencananya menelan anggaran Rp 125 miliar dari total rencana kerja (renja) Rp 590 miliar.

Selain itu, pihaknya juga akan mengawal program-program dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang akan merevitalisasi alun-alun Kaliwungu dan Weleri menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Termasuk program penanganan sampah setelah tempat pemrosesan sampah (TPA) Baru Darupono mulai dioperasikan.

AYO BACA :Zona Merah dan PPKM Darurat, Kemenag Imbau 932 Masjid di Kendal Tidak Gelar Salat Iduladha

"Nanti TPA lama menjadi TPA edukasi dengan penataan. DLH juga rencana buat titik pengelolaan sampah 3R di tiap kecamatan sebelum sampah ditampung di TPA Darupono. Sehingga TPA Darupono tidak menumpuk sampah yang begitu besar dan memakan lahan," ujarnya.

Bintang meneruskan, beberapa program lain yang akan dikawal pada 2022 nanti adalah pembangunan 3 rusunawa pada Dinas Permukiman (Disperkim). Satu rusunawa di Kebondalem Kota Kendal, dan dua rusunawa di Kaliwungu.

Pihaknya mendorong penuh agar pembangunan rusunawa ini bisa terlaksana dengan baik. Karena, Pemerintah Kabupaten Kendal juga mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk penyediaan dan pengurukan lahan. Khususnya di Kaliwungu yang berlokasi di pertambakan.

"Disperkim juga mengusulkan revitalisasi kawasan kumuh. Jadi nanti ada satu desa difasilitasi pembangunan dan ditata ulang agar tidak kumuh. Untuk Dishub bagaimana pengelolaan terminal parkir dan terminal Bahurekso yang dijadikan pasar darurat Weleri. Nanti ada juga peremajaan terminal Boja, Kaliwungu, Sukorejo, dan Bahurekso. Juga mengajukan 1.600 titik penerangan jalan umum," terangnya.

Sebagai Ketua Komisi C, Bintang menegaskan, anggota dewan akan mendorong penuh segala bentuk pembangunan di Kendal selama itu berguna untuk semuanya.

"Kami imbau agar semua kegiatan tidak disalahgunakan, karena dengan anggaran yang besar," tegasnya.

AYO BACA : Penambahan Partikel Kata dalam Dialek Semarangan, Blaik Dewe Isa Telat Ki Piye Jal?